Kamis, 08 Mei 2014

Jadi Angker (anak kereta)

'bisa karena terbiasa', iya banget. Pertama kali jadi angker mungkin hampir 8 bulan yang lalu merasa hopeless banget. Penuh. Gangguan. Yaaa begitulah kehidupan angker, selalu di PHP in kereta (tapi ya kok seneng banget naiknya, sampe ditunggu2..)

Semangat awal jadi pegawai (tjieh), berangkat ceritanya udah pagi dianterin pula. Eh gak tau strategi alhasil gak bisa masuk kedalam kereta dan kesiangan juga sampe kantor, nasib2.. -,-
Yaaa kata orang dorong aja klo mau masuk (mana tega lagian gak kuat dorong2an). Gak papa deh namanya juga belum terbiasa.

Dilain waktu mencoba strategi yang berbeda, naik dr stadebar alhamdulillah disini kebagian masuk (oh ternyata harus naik kereta balik, noted!). Sampe kantor :) (re: ceria)

Masih tahap penyesuaian, sampe stasiun d jam yang sama tapiiii.. Gangguan.. 'Kereta balik tidak diberangkatkan' + 'antrian d manggarai' + 'gangguan wesel d gambir' >.< ( what a good day lah ya). #sabar

Udah dalem kereta

Setelah 8 bulan berlalu dan semua itu terasa menyenangkan. Masalah gangguan, gak bisa masuk kedalam kereta, gak dapet tempat duduk keijek, kedorong, dllllll.. Alhamdulillah banget masih merasakan hal-hal unik lucu kayak gini. Bener2 diuji kesabaran, keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, keberanian, kekuatan, semuanya.

Enjoy your commuterline and respect each other (please!) :)

@cikini station

Rabu, 09 April 2014

Jadi saksi

Done!.. Baru pertama kali jadi saksi #feel excited
Seneng krn memperjuangkan sesuatu dan pengalaman pertama >.<

Jumat, 04 April 2014

ODOJ 523

Selalu berganti dan tak terganti
Ada yang datang dan ada juga yang pergi
Komitmen kami selalu diuji disenjang perjalanan
Tapi selalu saja ada yang menguatkan disaat kejenuhan itu datang

Ak selalu berharap agar ini menjadi amalan kebaikan yang nanti akan menolong aku, mereka dan kami saat di yaumul hisab..

Semoga selalu senantiasa dalam keistiqomahan untuk mencapai ridhonya.. Amiin

Alin - antara BDG dan JKT

Selasa, 04 Februari 2014

Doa shalat istikharah (Proses)

DOA SHALAT ISTIKHARAH

Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah SAW mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu,sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai keinginan untuk mengerjakansesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah)dua rakaat,selain solat fardhu kemudian bacalah doa ini:

((اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. 
اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ)).
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk kepadaMu dengan ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu(untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung, sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedang aku tidak kuasa,Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (orang yang mempunyai hajathendaknya menyebut persoalannya) baik bagiku dalam agamaku, kehidupan dan akhir urusanku (atau beliau mengucapkan 'baik dalam waktu dekat mahupun akan datang)maka tetapkanlah ia untukku, mudahkan jalannya, kemudianberilah berkah. Akan tetapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agama, kehidupan dan akhir urusanku(atau beliau mengucapkan 'baik dalam waktu dekat mahupun akan datang) maka jauhkanlah urusan itu dariku dan jauhkan aku daripadanya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada,kemudian jadikanlah aku orang yang redha dengan ketetapan tersebut.”
(HR. Al-Bukhari)

Minggu, 12 Januari 2014

Jadi aktifis kondangan

Lucu ya dengan istilah 'aktifis kondangan', sebutan ini terlontar dari salah satu kakak kelas yang menanyakan kabar kami  saat syuro rutinan dibulan yang penuh barokah ini, bulan-bulan yg dipenuhi undangan walimahan dari teman2. Emamg si kita yang katanya 'aktifis' emang deh aktif banget, dengan kegiatan ini itu dari individu sampe kelompok. Jadi sekalinya dapet undangan juga banyak banget, tapi memenuhi undangan kan kewajiban yaa.

Gak papa deh disebut aktifis kondangan, minimal jadi tambah semangat mempersiapkan kearah sana dan dapet makanan gratisan.. Hihi. Maximalnya bisa cepet2 nyusul. Amiin..

Dido'ain aja yaa buat para mempelai

بَارَكَ اللّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرِ

Ayam betutu

Ayam 1 ekor potong 10 ato 12..
Trs siapin 3lembar daun jeruk, 2 lembar daun salam, 1 buah sereh di potong gede2 ajja, iris bawang merah 4 siung bawang putih 5 siung sama bawang bombai setengah. Iris juga 1 ruas jahe, 1 ruas lengkuas, 1ruas kunyit, potong2 cabe sesuai selera sama cabe utuh. Trs tumis deh semuanya sampe harum masukin ayam, kasih air sampe ayam kerendem trs bumbuin garam lada sama penyedap. Trs tutup tggu deh 20 menit. Jadiiii...

Every one is hero

Bismillahirahmanirahim..

Banyak yang telah terjadi beberapa tahun ini dan setiap kejadian gak ada yang pernah sama..

Dalam setiap yang terjadi pada diri aja gak pernah ada yang sama apalagi yang terjadi sama orang lain

Klo liat orang lain dengan pretasinya cuma bisa bilang "kapan ya bisa kayak gitu?" "itukan dia bukan ak", hhh #menghela nafas
Yap kita punya kelebihan kami masing dibidang yang berbeda2, bukan berarti gak masuk tv atau koran itu gak berprestasi. Kebanyakan orang masih berpikir bahwa prestasi harus dgn piala, penghargaan, atau menghasilkan uang. Pdhl berprestasi itu menurut ak lebih ke pengendalian nafsu yang istiqomah penilaiannya biar Allah yang nnt memberi manusia hanya berusaha (continue)