"Apa urusan lo suka2 gue, klo lo suka sini klo gak sana!"
.
Sepenggal kalimat yang sering dilontarkan
.
Klo saja hidup dianggap menyenangkan dengan sikap acuh tak acuh kita terhadap sekitar, mungkin saja dakwah ini tidak diperlukan atau bahkan saat dakwah itu ada mungkin dia sudah mati sejak lama
.
.
Banyak yang belum paham, atau tidak mau memahami
.
EGOIS
.
Manusia itu tempatnya salah, tempatnya ketidak sempurnaan. Boleh jadi saat ini kita berada disisi yang berbeda tapi belum tentu yang berada disisi berbeda itu selalu salah, bisa saja saat itu kita yang salah.
.
INTROSPEKSI DIRI
.
Berlapang hatilah menerima kritik dan saran dari sekitar kita selama kritik dan saran itu membangun. Apabila itu menjatuhkanmu maka tegurlah dengan cara yang baik. Bukankah kita diperitahkan saling menasehati dalam kebaikan? (QS. 103 ayat 3)
.
Saat kau memaki orang lain sadarlah sesungguhnya kau sedang memaki dirimu sendiri dan begitu pula sebaliknya saat kau memuji
Karena lingkungan kita adalah cerminan diri kita
Senin, 16 November 2015
Egois? NO
Rabu, 15 Juli 2015
:: DETIK TERAKHIR ::
"Celaka seseorang yang memasuki bulan Ramadhan kemudian Ramadhan itu berlalu namun dosanya tidak diampuni oleh Allah."
(HR. Tirmidzi)
Sadarkah kita sisa waktu kita kurang dari 24 jam lagi?!
Jika hilal terlihat, maka Ramadhan akan berlalu tepat dengan tenggelamnya mentari esok hari.
Masihkah kita tenggelam dalam eforia kemenangan yang belum nyata?!
Segarkan lagi ingatan kita... Berapa dosa yang kita lakukan di bulan suci ini??
Benar...kita berpuasa, namun apakah kita mempuasakan tubuh kita dari dosa?
Benar... kita telah tarawih, namun berapakah tarawih yang kita lakukan dengan khusyu'?
Benar... kita telah mengkhatamkan alquran, tapi berapa ayat kah yang berhasil kita resapi dan tuangkan dalam kehidupan sehari-hari?
Masih layakkah kita merayakan hari kemenangan di esok lusa?
Saudaraku, jangan berkecil hati...
Hidupkanlah malam terakhir ini dan yakinlah dengan sabda sang Nabi:
"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung akhirnya".
(HR. Bukhari)
Perbanyaklah beristigfar dan panjatkanlah:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku."
Iringilah malam ini dengan doa:
"Robbana... Taqobbal minna.."
"Ya Allah, terimalah amal ibadah kami."
Dan optimislah dengan firman-Nya:
"Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan kabulkan."
(QS. Ghafir: 60)
Kita memiliki Rabb Yang Maha Pengampun dan Penyanyang, namun Yang Maha Pengampun ini meminta kita berjuang sampai akhir.
Lakukan apapun agar dosa diampuni!!!
Juara sejati tidak akan berhenti berlari sampai ia menyentuhkan kakinya di garis finis.
Saudaraku...
Jadikanlah akhir ramadhan sebagai momentum ketaqwaan sampai akhir hayat nanti!
👤 Ustadz Nuzul Dzikri
#notemyself😭😭😭
Rabu, 13 Mei 2015
FOKUSLAH PADA SATU HAL
Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.
Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.
Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.
Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu?
Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain
👤 Ustadz Musyaffa Ad Dariny
#CendikiawanMuslim
======================================
Official Account Islam Itu Indah
http://line.me/ti/p/%40uan9552v
Sahabat Dakwah Islam yang memiliki Istagram bisa follow ig Dakwah Islam : @dakwahislam1
Semoga bisa terus memberikan inspirasi dan ilmu kepada sahabat semua. Aamiin... ☺
www.instagram.com/dakwahislam1
Cara Mengatasi dan Mencegah Hipotermia di Gunung beserta gejalanya.L
Hipotermia, salah satu musuh terbesar bagi para pendaki gunung atau para pecinta alam bebas bersuhu ekstrim.Hipotermia memang menjadi ancaman terbesar bila kita mendaki gunung. Perlengkapan yang tidak safety dan apa adanya, logistik yang minim, fisik yang tidak fit, cuaca buruk adalah hal-hal yang bisa menimbulkan hipotermia atau kehilangan suhu tubuh.
Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.[1] Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.
Hipotermia sebenarnya bisa diatasi bahkan bisa dicegah bila kita mengikuti prosedur keselamatan yang benar. Banyak kasus hipotermia di gunung berakibat fatal yaitu meninggal dunia karena kurang pahamnya pendaki akan cara mengatasinya. Bahkan para pendaki pemula sering sekali meremehkan gunung yang akan didakinya dengan tidak membawa peralatan yang memadai seperti pakaian hangat dan sleeping bag.
Hipotermia di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun saat istirahat atau berkemah. Namun kebanyakan kasus hipotermia terjadi saat istirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas ditambah hal-hal lain yang mendukung proses terjadinya hipotermia tersebut seperti pakaian yang basah, hujan, perut kosong, dan lain-lain.
Menurut sebagian orang, gejala hipotermia sangat mirip dengan orang yang kesurupan yaitu bicaranya ngelantur/tidak jelas. Berikut gejala-gejala hipotermia :
Hipotermia ringan :
- Penderita berbicara ngelantur/tidak jelas
- Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas.
Hipotermia sedang :
- Detak jantung melemah
- Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)
Hipotermia parah :
- Penderita tidak sadarkan diri
- Badan menjadi kaku sekali
- Pernafasan sangat lambat dan hampir tidak kentara
Cara mengatasi :
1. Pastikan pakaian penderita kering. Bila basah ganti dengan yang kering.
2. Berikan minuman hangat dan manis seperti teh hangat atau cokelat hangat agar suhu cepat meningkat.
3. Jangan sampai penderita tidak sadarkan diri, sebisa mungkin penderita dalam keadaan sadar kalau perlu pukul-pukul wajahnya (jangan terlalu keras pastinya)
4. Masukkan penderita dalam sleeping bag, sedangkan teman-teman yang lain membantu memeluknya agar lebih hangat. Dalam keadaan darurat, lepas semua pakaian bagian atas penderita dan peluk penderita dengan erat (orang yang memeluk harus dalam keadaan tidak berpakaian juga, kulit ketemu kulit), hal ini dilakukan agar suhu panas si pemeluk langsung mengalir ke penderita.
5. Buatlah api unggun di sekitar penderita, agar segera mendapat udara panas dari luar.
Cara mencegahnya :
1. Gunakan perlengkapan mendaki gunung sesuai prosedur pendakian seperti jaket gunung, celana quickdry, sleeping bag, sarung tangan, kaos kaki, logistik yang cukup, dan yang paling penting adalah jas hujan.
2. Jangan menggunakan celana jeans karena akan sulit kering bila terkena air (hujan).
3. Segera ganti bila pakaian telah basah oleh keringat maupun hujan.
4. Bila beristirahat, jangan berdiam diri usahakan berbaur dengan yang lain dengan cara memasak, minum kopi dan lain-lain.
5. Sebelum tidur, pakailah semua perlengkapan dengan benar seperti jaket, kaos kaki, sarung tangan, kalau perlu tidur saling berdempetan agar lebih hangat.
Hipotermia bisa dicegah dan diatasi bila kita lebih peduli pada diri kita. Be smart hiker guys.....
Kamis, 12 Maret 2015
Kisah Inspiratif
Seorang ikhwah yg anak perempuannya meninggal umur 15 thn lebih pada tgl 23 februari 2015 sekitar 15 menit sebelum magrib di ponpes Imam Ahmad bin Hambal SEMARANG
Dlm keadaan menuntut ilmu dan puasa daud......
Bismillah, beberapa tulisan di BUKU CATATAN Anakda "Aisyah" Rahimahalloh yg mungkin bisa jadi nasehat dan pelajaran bagi kita para org tua & kpd anak2 kita, agar kita semua senantiasa ikhlash dan bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu agar kita dpt meraih Ilmu yg Nafi', semoga Alloh menolong kita utk meraih kemenangan ketika akan meninggalkan dunia yg fana ini dlm keadaan Husnul Khotimah & meraih kebahagian yg hakiki, masuk Syurga...آمين
Dia ananda Aisyah menulis begini:
1. Abi... Jika angin berhembus membawa cerita, bumi yg bergetar tanda bencana, awan berkabut hitam tanda bahaya... Maka, ketika aku terdiam di dekat pintu, tanpa berfikir waktu menanti kepulanganmu adalah tanda bahwa aku sangat sayang kepadamu. Aku sayang kepadamu Abi bukan krn engkau pemilik harta yg melimpah, rumah yg sangat mahal lagi megah, kedudukan yg tinggi ... Aku menyayangi Abi krn ALLOH...Aku hanya memiliki seorang Abi...Dan aku tdk ingin kehilangan yg sangat berharga dan satu-satunya di dunia dan di akhirat... Yang aku harapkan dpt mengecup keningku dgn kasih sayangmu...
2. Ummi, sungguh bahagianya diriku mempunyai seorg ummi sepertimu. Engkau yg tdk pernah mengajariku berbohong & tdk pernah mengajariku perbuatan tercela . Engkau yg selalu berdo'a untukku, semga aku menjadi anak yg sholihah, menjadi seorg anak yg taat kpd perintah Alloh dan Rosul Nya.
Ummi izinkan aku dan anak-anak ummi yg lain membuka pintu syurga dengan senyum keridhoanmu & mengunci pintu neraka rapat-rapat dgn maaf, do'a & kasih sayangmu .
Dan semoga Alloh mengumpulkan kita di syurgaNya yg penuh dengan kenikmatan dan keridhoanNya..
3. Ummi...Izinkan aku menangis jika air matamu terjatuh krn kedurhakaanku. Kedua tanganmu memelukku krn kerinduanmu padaku, bibir dan lisan mu yg kau basahi dgn dzikir dan doa demi mengharapkan kesholihan agama akhlaqku.
4. Ummi sayang, dengarlah sesungguhnya buah hatimu ini tdk pernah berharap ketika ia besar nanti, ia menjadi seorang sarjana yg berbangga diri krn telah tercapai cita citanya. Karena sesunggunya cita citanya yg paling tinggi adalah bisa melihat senyum indahmu ketika berada disisimu & didekapan dadamu & ketika air mata terjatuh krn rindu akan cinta & kasih sayangmu...
5. Ummi... Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang dan terasa akan berhenti, saraf dlm tubuhku mulai merasakan sakit yg tdk akan terobati. Denyut nafas dlm jiwaku mulai terasa berhenti maka, hanya kalimat maaf yg msh terlantum lembut dari lubuk hati kecilku ini. Untuk mu seorang ummi penuh kasih dan cinta yg telah memberikanku kecupan di pipi...
6. "Dahi ini tak mampu terangkat, Lutut ini tak mampu lagi menumpu, Mata ini tak mampu lagi membendung. Rabb aku Rindu. Aku ingin Pulang. Pulang ke rumah-Mu (Al Jannah)". "Aku cinta keluargaku, Semoga aku bisa ketemu keluargaku lagi di Surga".
😪😪😪
Kisah Pedagang Peyek
Pernah Ketipu dan Bangkrut, Pria Ini Sukses Jual Peyek Rp 165 Juta/Bulan
Peyek, makanan ringan sejenis keripik khas masyarakat Jawa sangat digemari lapisan masyarakat. Namun siapa sangka, dari peyek yang diramu dengan kreativitas tinggi, bisa menjadi barang bernilai tambah dan menguntungkan.
Salah satu orang yang mengembangkan bisnis peyek adalah Filsa Budi Ambia. Pria 29 tahun itu justru mampu meraup omzet Rp 165 juta/bulan dari bisnis peyek.
"Alhamdulillah, sekarang omzet per bulan Rp 165 juta," kata Filsa saat ditemui detikFinance, pada acara Penjurian Nasional Program Wirausaha Mandiri 2014, di Gedung Wisma Mandiri Club, Jalan Mataram Jakarta Selatan, Selasa lalu (10/3/2015).
Filsa saat ini memang sedang menekuni bisnis peyek kepiting. Pria asli Banyumas yang lama tinggal di Balikpapan ini memadukan keahlian membuat peyek, dengan populasi kepiting yang cukup banyak di Balikpapan, Kalimantan Timur.
"Saya ingin peyek ini naik kelas. Lalu saya pikir nilai tambahnya apa, dengan kemasan biasa tentu nggak cocok. Di Kalimantan itu banyak kepiting, saya pikir tes dulu, lalu penggunaan bumbu saya akurasi dan dikemas menarik lalu diberi ke teman-teman," paparnya.
Filsa memulai bisnis barunya itu Februari 2013. Saat itu ia hanya mengolah 1 kg daging kepiting untuk menghasilkan 20 pcs peyek kepiting. Siapa sangka ini awal pintu masuk Filsa menjadi wirausahawan sukses.
"Dari modal Rp 75.000 itu akhirnya banyak yang pesan. Harganya ada yang Rp 20.000/pcs dan ada Rp 10.000/pcs, akhirnya dapat omzet Rp 150.000," paparnya.
Pengembangan bisnis dari hari ke hari terus dilakukan Filsa. Saat ini rutinitas Filsa memproduksi peyek kepiting 2.000 pcs per hari dari 40 kg kepiting yang diolah. Berkat jerih payahnya, Filsa sudah memiliki 21 pegawai.
"Produk saya sudah dijual di toko oleh-oleh di Kalimantan Timur, ritel modern seperti hipermarket. Lalu hubungan dagang partnership dengan distributor di Jakarta. Dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi produk saya ada," tuturnya.
Kesuksesan yang diraih Filsa dalam menekuni bisnis peyek kepiting tidak membuat sombong. Filsa mengaku pernah hidup susah dari bekerja menjadi sopir, tertipu bisnis gelap, hingga sampai menjual cincin pernikahannya.
"Tahun 2007 saya merantau ke Balikpapan, bekerja jadi sopir di perusahaan tambang gajinya tidak menutupi untuk hidup kemudian resign tahun 2010 dan buka usaha ayam goreng bangkrut. Kemudian saya coba berbisnis martabak mini franchise sudah memiliki 35 cabang bangkrut juga di tahun 2012," tuturnya.
Pada 2012 Filsa pernah kena tipu investasi Rp 120 juta dan punya utang banyak. Pada waktu itu, dirinya sudah punya anak,
"Anak saya menangis minta susu. Di situ titik balik saya sadar. Cincin kawin akhirnya dilepas dan digadai, uangnya buat beli susu, sama bayar kebutuhan hidup lain. Tinggal Rp 100.000, ini awal mula saya membuat peyek kacang lalu berubah menjadi peyek kepiting," katanya.
Hal-hal yang Tidak Akan Kembali
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
1. Waktu 🕐
2. Kata-kata 😌
, 3. Kesempatan 😊
💐 Ada 3 Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
1. Kemarahan 😡
2. Keangkuhan 😎
3. Dendam 👹
💐 Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
1. Harapan 😊
2. Keikhlasan 😇
3. Kejujuran 😇
💐 Ada 3 Hal yg paling berharga :
1. Kasih Sayang 👪
2. Cinta 💘
3. Kebaikan 😇
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :
1. Kekayaan 💰
2. Kejayaan 🎓
3. Mimpi 💤
💐 Ada 3 Hal yg membentuk watak seseorg :
1. Komitmen 👌
2. Ketulusan 🙏
3. Kerja keras 💪
💐 Ada 3 Hal yg membuat kita sukses :
1. Tekad ✊
2. Kemauan 👆
3. Fokus ☝
💐 Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
1. Rezeki 💎
2. Umur 👶�
3. Jodoh 💑
TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
1. Tua 👵
2. Sakit 🏥
3. Mati 👼.
Senin, 09 Maret 2015
Makna dari Sebuah Lagu
♬GUNDUL GUNDUL PACUL♪
Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oLeh Sunan KaLijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti fiLosofis yg daLam dan sangat muLia.
GunduL adalah kepaLa plonthos tanpa rambut. KepaLa adalah Lambang kehormatan, kemuLiaan seseorang.
Rambut adaLah mahkota Lambang keindahan kepaLa.
∴ gunduL adaLah kehormatan tanpa mahkota.
PacuL adalah cangkuL yaitu aLat petani yang terbuat dari Lempeng besi segi empat.
∴ pacuL adL Lambang kawuLa rendah, kebanyakan petani.
GunduL pacuL artinya adL bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adaLah pembawa pacuL utk mencangkuL, mengupayakan kesejahteraan rakyatnya atau orang banyak.
Orang Jawa mengatakan pacuL adalah papat kang ucuL (4 yg Lepas).
KemuLiaan seseorang tergantung 4 haL, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, teLinga dan muLutnya.
1. Mata digunakan untuk meLihat kesuLitan rakyat/masyarakat/orang banyak
2.TeLinga digunakan untuk mendengar nasehat.
3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
4. MuLut digunakan untuk berkata adiL.
Jika empat haL itu Lepas, maka LepasLah kehormatannya.
GembeLengan artinya besar kepaLa, sombong dan bermain-main daLam menggunakan kehormatannya.
💐GUNDUL² PACUL CUL artinya jika orang yg kepaLanya sdh kehiLangan 4 indera itu mengakibatkan
💐GEMBELENGAN
(= congkak/sombong).
💐NYUNGGI² WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat/org bnyk) (dengan) GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya
💐WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan)
💐SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak)
Ternyata maknanya dalem banget.
Debu di Jagat Internet
By : Endy Kurniawan
Jika Anda memulai bisnis saat ini, atau mulai terpikir untuk membangun kekuatan merek, dan memilih media digital, masih tersisakah ruang di jagat internet? Masih tersediakah celah di lebih dari 3 Milyar pengguna media sosial? Seberapa menarik produk Anda untuk dilirik 1,5 Milyar pengguna Facebook, 1 Milyar lebih pengguna Google, 300 juta pengguna Instagram, 280 juta pengguna Twitter, sekitar 30 juta pengguna Path, belum lagi Pinterest dan sekitar 1 Milyar website aktif di muka bumi? (sumber : internetlivestat.com, nymag.com, jeffbullas.com)
Mengapa kita membicarakan total jumlah pengguna media sosial dan internet seluruh dunia? Karena mustahil membagi pasar saat ini menggunakan batas geografis. Jadi tak lagi relevan menggunakan indikator dan batasan negara. Pedagang pompa air online di Indonesia melayani pasar Filipina. Orang Indonesia beli lukisan di Afrika Selatan. Pesanan tas etnis dari Mataram laku keras di Vancouver, Kanada, melalui medium online. Diulang pertanyaannya : apakah masih tersedia peluang?
Di media sosial, 63% pengikut & pengunjung kanal yang Anda sediakan adalah pengguna produk. Mereka ingin terus terhubung dengan produsennya. Kalau konstituen memilih Anda dalam sebuah pencalonan politik, mereka ingin terus ‘konek’ dan didengar aspirasinya. Artinya apa? Artinya (1) Basis pasar offline-nya harus terbentuk, (2) Ada integrasi antara upaya online dan offline marketing dan (3) Hadirlah di internet sebagai manusia yang berdialog, be a human.
Itu langkah untuk memperkuat connectivity. Menjadi partner yang sangat dekat dengan pelanggan sangat mungkin menggunakan teknologi. Ini yang sering orang lupakan. Sekali muncul dan pasar terbangun, customer retention tidak dilakukan. Lalu, jika baru mengawali dan ingin terlihat, langkah apa yang harus dilakukan? Ada langkah-langkah teknis supaya kita ‘terlihat’, SEO, buzzing, aktif di semua kanal, dan lainnya. Tapi dalam pengembangan produk dan bisnis, ada hal substantial yang harus kita lakukan. Dalam uraian pendek, inilah yang diperlukan :
1) Uniqueness. Artinya berbeda dan unik dalam model bisnis, dalam pemilihan produk, dalam layanan, dalam landing page, dalam konten, dalam berpromosi. Diferensiasi ini ilmu dasar dalam bisnis yang tak pernah berubah apapun platformnya.
2) Start locally. Hampir semua startup sukses karena berhasil menemukan potensi lokal yang kemudian dikomersialkan. Setelah basis konsumen kuat, baru dengan kekuatan finansial tambahan dan skala bisnis diperbesar, ia go global (Startup Istanbul, 2014)
3) Focus. Unit online marketing di dalam organisasi harus dibentuk. Diberi tugas yang jelas dan target yang spesifik sesuai awareness dan signification yang ingin diraih. Meski masih terus mencari bentuk bakunya, banyak organisasi saat ini sudah punya dedicated digital marketing director dan digital strategist. Bagaimana dengan organisasi Anda?
Minggu, 01 Maret 2015
SEINDAH-INDAH POLIGAMI ( Aku dan Tiga “Istriku”)
Oleh: Dr. Mawardi Muhammad Saleh, Ketua MUI Riau.
Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakut kan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan.
Aku dikaruniai 3 “istri” yang sangat mendukung perjuanganku.
Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan
surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.
Aku menikahi “istri” pertamaku pada saat usiaku masih sangat belia.
Aku jatuh hati pada pandangan pertama.
Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku. Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa m asalah dalam hidup.
Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya.
Istri pertamaku-lah yang menunjukkan aku pada calon “istri” keduaku.
Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya.
Aku begitu bersemangat bergairah hidup bersama keduanya. Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku.
Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sedikit informasi dari sahabat dan keluarganya.
Bahkan usiaku belum genap 22 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ke tigaku. Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling Banyak Berkorban.
Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk memberiku waktu lebih banyak bersama mereka.
Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istri awalku itu.
Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku.
Istri ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istriku yg lbh awal.
“Istri” pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya dihatiku.
“Istri” keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku.
“Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah .
Semoga cinta ini kekal hingga ke surga. “Ya Allah, ini adalah pembagianku dalam hal-hal yang aku miliki. Maka janganlah Engkau mencelaku pada sesuatu yang tidak aku miliki.” (HR. Bukhari dalam kitab Fathul Baari Juz 9 hal. 224)
Repost : STOP MENGEJAR PROFIT !!!
BY : TOM MC IFLE
(Dalam Buku Profit is King)
Saya kutip percakapan menarik antara saya dan salah seorang klien:
"Pak, bapak pernah naksir perempuan, ngga?" tanya saya.
"Pernah dong" jawabnya.
"Ceritanya, bapak kejar habis-habisan, bapak nongkrong didepan rumahnya, telpon, kadang ketuk-ketuk rumah perempuan tersebut. Biasanya perempuan akan mendekat atau menjauh ?"
Saya lanjutkan dijawab spontan oleh klien saya , "kabur menjauhlah..."
"Kalau omzet dikejar-kejar apa mau sekonyong-konyong mendekati kita ?" tanya saya
"Ngga juga karena kita tidak fokus dengan penyebab omzet itu meningkat", jawab klien sang klien
"Verry good! Kalau begitu, aktifitas apa yang secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan omzet dan profit Anda ?"
"Bisa mengejar penjualan, coach ?" Jawab klien.
"Betul, anda akan fokus mengejar penjualan atau fokus kepada aktifitas yang bisa membuat penjualan lebih meningkat ?" tanya saya.
"Iya betul juga, pasti fokus dengan aktivitasnya..."jawabnya.
"Contohnya ?" tanya saya menggali.
"Seperti marketing, promosi, customer service (pelayanan pelanggan), membuat pelanggannya puas semua sampai mereka memberi rekomendasi kepada calon pelanggan lainnya,"jawab klien.
Menarik bukan ?
Banyak orang menginginkan kesuksesan, pelanggan yang banyak, profit berlimpah. Padahal semua itu merupakan efek. Mereka lupa akan cause-nya atau penyebabnya.
Mulailah mencintai CAUSE, bukan EFEK. Semakin Anda mencintai CAUSE maka EFEK akan setia mengikuti....
[Quotes]
Senin, 02 Februari 2015
Quote
"Ada satu Musa dan satu Isa utk satu Firaun, satu Samiri, satu Judas, satu Herodes dan satu Pontius Pylatus. Hari ini, ratusan Judas, Samiri, dan Firaun berkeliaran menjual aset bangsa yg dilindungi konstitusi, yg bekerja sama dgn penadah dan penjarah asing. Dimana gembala bagi domba yg bercerai-berai dimangsa serigala?" (KH. Rahmat Abdullah, Asasiyat Tarbawi)
Sabtu, 31 Januari 2015
Super Murabbi, Super Husband, Super Kader
Oleh: Cahyadi Takariawan
Menjadi anggota DPRD Provinsi, kira-kira apa bayangan anda tentang sosok dirinya? Sibuk, sangat banyak urusan dan pekerjaan, sangat padat jadwal agenda harian. Saya kira seperti bayangan kita, dan memang senyatanya juga demikian. Anggota dewan provinsi tentu sangat padat kegiatan, waktunya habis untuk menunaikan amanah dan sering merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Maklum, sebagai wakil rakyat tentu ada sangat banyak hak harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.
Namun benarkah kesibukan menjadi anggota DPRD membuat seseorang kader tidak lagi memiliki waktu untuk hal-hal lain di luar tugas pokok dan fungsinya sebagai legislator? Karena terlalu sibuk di dewan dan sudah memiliki amanah berdakwah di dewan, sehingga mendapat permakluman untuk tidak melaksanakan beberapa tugas lainnya sebagai kader dakwah. Misalnya dimaklumi untuk tidak melakukan pembinaan tarbawiyah walau hanya satu kelompok binaan pun. Dimaklumi untuk tidak hadir tepat waktu dalam agenda rapat rutin atau dalam acara kaderisasi, karena kesibukan dewan.
Dimaklumi untuk tidak ikut mabit karena malam harinya sudah lelah setelah kerja kantor diteruskan kunjungan konstituen. Dimaklumi tidak hadir acara tatsqif karena padatnya agenda dewan. Dan sejumlah permakluman lainnya yang sangat banyak.
Benarkah memang sudah tidak memiliki waktu sama sekali?
Belajar Kepada Seorang Kader
Mari saya ajak anda semua untuk belajar kepada seorang sosok kader yang ---menurut ukuran saya--- luar biasa. Saya katakan luar biasa, karena saya tidak bisa memenuhi kualifikasi seperti dirinya. Ya, tidak bisa, dan tidak terbayang bagi saya untuk bisa bersikap serta berbuat seperti yang ia lakukan. Kader istimewa ini, tidak saya sebut namanya, sungguh banyak pelajaran bisa kita ambil darinya. Tentu saja sebagai manusia ia punya kekurangan, kelemahan dan kesalahan. Tapi kita belajar dari kelebihan dan keistimewaannya saja untuk memotivasi kita.
Ia adalah anggota DPRD di Provinsi DI Yogyakarta. Sudah tiga kali ia menjadi anggota dewan, dimulai sejak menjadi anggota DPRD Kabupaten, dan sekarang di Provinsi. Sebagaimana sosok anggota dewan yang sering digambarkan penuh kesibukan, demikian pula dirinya. Ia sangat sibuk dengan urusan menjadi wakil rakyat tingkat provinsi. Sehari-hari ia melaksanakan amanah DPRD Provinsi semaksimal tenaga dan pikiran yang bisa ia berikan.
Apa kelebihan sosok kader yang satu ini? Ingin tahu? Bener nih, ingin tahu atau ingin tahu banget? Aduh, diberi tau gak ya..... :)
Ah, sudahlah, saya beri tahu saja yaaa..... Ini kelebihan dan keistimewaan kader tersebut. Sangat banyak sih, tapi cukup saya sampaikan 5 dulu saja ya.....
1. Disiplin dan Tepat Waktu
Ia dikenal sebagai sosok kader yang sangat disiplin dan selalu tepat waktu dalam berbagai kegiatan. Bisa dikatakan, ia tidak pernah terlambat dalam semua aktiviktas yang harus dihadirinya. Baik acara dewan, acara partai, acara keluarga, dan bahkan acara kemasyarakatan. Jika ia terlambat, tentu ada kondisi yang memang tidak memungkinkannya untuk datang tepat waktu.
Semua teman dekatnya mengakui hal ini. Sulit bagi rata-rata kita untuk hadir tepat waktu dalam berbagai aktivitas. Namun kader yang satu ini sepertinya tidak memiliki kesulitan sebagaimana yang orang lain rasakan. Ia membuktikan selalu disiplin dan tepat waktu dalam semua kegiatan. Ayahnya yang polisi ikut andil dalam menciptakan karakter disiplin ini. Namun yang lebih lagi adalah sebuah taujih dari ustadz Hilmi Aminuddin agar kader selalu indibath, yang sangat membekas dalam jiwanya.
2. Banyak Tilawah Al Qur’an
Ia memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk banyak tilawah Al Qur’an. Dalam perjalanan di pesawat, atau kereta api, atau ketika rombongan dengan mobil, tidak pernah disia-siakan begitu saja. Ia selalu melewatkan waktu senggang dengan tilawah Al Qur’an. Rata-rata ia membaca 3 juz dalam sehari. Bahkan saat Ramadhan, ia bisa membaca 8 juz sehari.
Kebanyakan kita jika melakukan perjalanan dalam rombongan, cenderung menghabiskan waktu dengan bercanda dan mengobrol. Tidak demikian dengan dirinya. Ia selalu menghabiskan waktu perjalanan dengan tilawah Al Qur’an. Jika lelah, ia akan tidur di perjalanan tersebut. Demikian pula waktu senggang menunggu dimulainya rapat. Orang lain menunggu rapat sambil mengobrol, ia menunggu rapat sambil tilawah Al Qur’an.
3. Banyak Amanah Dakwah
Selain menjadi anggota DPRD Provinsi, ia juga memiliki lembaga pendidikan Islam sejak jenjang TK hingga SMA. Jumlah seluruh lembaga pendidikannya sekarang ini tercatat 47 yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi tempat tinggalnya. Ia menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan yang menaungi sekolah-sekolah Islam tersebut. Sudah bisa dibayangkan betapa sibuk dirinya.
Ia juga menjadi pengurus partai politik di tingkat provinsi. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sangat banyak amanah dakwah yang diembannya, selain di lembaga legislatif.
4. Hidup Happy dengan Tiga Istri
Dengan istri pertamanya, ia tidak dikaruniai anak hingga usia pernikahan sepuluh tahun. Terdorong ingin memiliki keturunan, ia berdiskusi dengan istri pertama untuk menikah lagi. Istri pertama bisa menerima, bahkan ikut terlibat dalam proses pernikahan kedua suaminya. Setelah menikah lagi, beberapa bulan kemudian ternyata kedua istrinya hamil. Namun istri kedua keguguran, sedangkan istri pertama melahirkan dengan cesar.
Sampai sekarang istri pertama memiliki 3 anak, semua dengan cesar, sehingga sudah tidak diperkenankan memiliki anak lagi. Sedangkan istri kedua belum dikruniai anak sampai sekitar enam tahun pernikahannya. Karena ingin memiliki anak lagi, ia bermusyawarah dengan dua istrinya untuk menikah yang ketiga kali. Kedua istrinya mengizinkan, bahkan kedua istrinya itulah yang melamarkan calon istri ketiga. Seluruh pernikahannya dilakukan dengan proses yang baik dan dengan legal formal melalui prosedur resmi pemerintahan.
Kini ia hidup bahagia dengan ketiga istrinya. Hari Rabu dan Jumat jatah di rumah istri pertama. Senin dan Kamis jatah di rumah istri kedua. Selasa dan Jumat jatah di rumah istri ketiga. Sedangkan hari Ahad digunakan untuk bersama-sama ketiga istrinya, atau sesuai kebutuhan yang ada. Setiap jam 06.00 pagi ia sudah tiba di rumah istri sesuai jatah giliran waktunya. Ketiga istrinya hidup rukun, bahkan biasa membuat acara mabit bertiga di rumah salah seorang dari mereka.
5. Memiliki 12 Kelompok Halaqah Tarbawiyah dan 1 Majelis Taklim Rutin Pekanan
Yang paling hebat adalah, ia memegang duabelas (12) kelompok halaqah tarbawiyah dari berbagai levelnya. Bahkan masih ditambah satu majelis taklim. Semua rutin pekanan. Jadi dalam satu pekan, ia mengisi rutin 13 forum atau 13 kelompok. Sangat produktif bukan? Di saat banyak kader tidak memegang kelompok binaan, kader yang pejabat publik dan memiliki tiga istri ini memiliki 12 kelompok binaan tarbiyah dan 1 kelompok majlis taklim. Semua rutin pekanan.
Bagaimana Dengan Kita?
Lalu bagaimana kita ini? Bukan anggota dewan, bukan pejabat publik, istri ‘hanya’ satu saja, amanah dakwah tidak seberapa, ternyata tilawah Al Qur’an hanya sedikit saja dan bahkan banyak di antara kita yang tidak membina kelompok tarbiyah ataupun majelis taklim. Lalu apa kesibukan kita selama ini?
Lalu apa kontribusi kita bagi perkembangan dakwah jika tidak terlibat dalam proses rekrutmen dan membina kelompok tarbiyah serta majelis taklim? Apa yang menghabiskan waktu kita selama ini? Apa yang menghilangkan kenikmatan kita dalam membina halaqah sehingga tidak melakukannya?
Bagaimana kita ini?
Murabbi Goblok
Oleh : Cahyadi Takariawan
Maafkan saya jika judul di atas tampak terlalu kasar dan vulgar. Kalimat itu terinspirasi oleh sebuah diskusi dengan kader-kader dakwah dari Kulonprogo, yang menyatakan bahwa saat ini perangkat tarbiyah sudah sangat canggih, namun justru terkesan menyulitkan dan tidak praktis. Berbeda dengan zaman dulu saat para murabbi belum mengenal berbagai sistem dan perangkat dalam manhaj tarbiyah, justru sangat PD membina dan menghasilkan kader handal. Mengapa sekarang justru banyak yang tidak PD membina, padahal perangkat sudah sangat lengkap?
Pada era sebelum tahun 2000, apalagi sebelum tahun 1990, para murabbi dengan sangat percaya diri melakukan rekrutmen dan melakukan pembinaan dengan berbekal sedikit materi tarbiyah. Daurah Murabbi pada masa itu hanya berisi transfer materi alias talaqi madah. Tidak menggunakan banyak perangkat yang canggih, sejak dari perangkat lunak berupa manhaj maupun perangkat keras seperti teknologi. Semua serba sederhana, serba terbatas dari segi fasilitas, namun ternyata sangat optimal dari segi hasil.
Waktu itu kita duduk melingkar di masjid atau pesantren, atau duduk di ruang tamu seorang kader yang disulap menjadi tempat daurah. Lesehan, dengan tikar yang sudah lapuk dan bolong di sana sini. Para muwajih menyampaikan talaqi madah secara ringkas, dengan menggunakan sarana papan tulis serta kapur putih untuk catat mencatat. Kemudian kita makan dengan nasi bungkus yang sangat sederhana, atau makan bersama dalam satu wadah besar. Suasana kebersamaan sangat kuat, dengan semangat yang juga sangat kuat.
Sepulang dari daurah, semua peserta langsung menyampaikan madah yang didapatkan kepada para mutarabi di kelompok-kelompok binaan. Sepulang dari daurah kita merasa semangat dan bisa meneruskan kepada binaan, seperti yang kita dapatkan dari muwajih di daurah murabbi.
Kita sekarang belajar “teknologi tarbiyah”, sejak dari visi, misi, tujuan, metodologi, sarana, evaluasi, promosi tarbawi, penugasan dan lain sebagainya. Sangat sistematis, lengkap dan utuh menyeluruh. Bahkan mendapatkan materi tentang micro-teaching, retorika, public speaking, dinamika kelompok, teamwork, dan materi penunjang lainnya. Sepertinya sudah sangat komplit dan utuh, tidak ada yang tidak tersentuh dan tersampaikan.
Kita daurah di ruang nyaman ber-AC, duduk di kursi, tidak lagi lesehan. Kita menggunakan LCD, dan semua madah boleh dicopy di flasdisk atau bahkan dikirim melalui email ke setiap peserta. Kita makan dengan menu yang lebih layak, tidak lagi nasi bungkus. Para peserta dari jauh datang dengan sarana pesawat serta tidur di hotel. Mereka juga membawa laptop, serta smartphone untuk kemudahan komunikasi. Sudah sangat mendukung fasilitas yang kita dapatkan. Namun ‘tiba-tiba’ kita dikejutkan dengan keluhan kesulitan merekrut dan membina......
Adakah Pelajaran Tarbiyah dari si Bob?
Belum lama Indonesia kehilangan salah seorang pengusaha nyentrik namun sukses, Bob Sadino. Kita mengenal “ajaran” Bob Sadino adalah tentang filosofi ‘goblok’. Dalam buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, Bob menyatakan bahwa orang sekolahan diajari tahu, sedangkan orang jalanan diajarkan bisa. Orang bisa, tentu berada beberapa langkah di depan orang yang hanya tahu. Lebih parah lagi, orang sekolahan biasanya hanya tahu dan belum tentu mengerti, sehingga dalam melangkah banyak ragu-ragu. Takut begini, takut begitu, karena terlalu banyak rambu.
Sementara itu, orang yang besar di jalanan hanya mengajarkan satu hal : lakukan saja! Tidak ada teori yang rumit dan pikiran yang negatif atau penuh kekhawatiran. Kata Bob, orang yang pintar di jalanan berani melawan ketakutan yang biasanya membisikan teror, “bagaimana nanti kalau gagal,” atau “jangan-jangan nanti bangkrut,” dan lain-lain. Orang jalanan menjadi pintar dan bisa karena melakukan atau menjalankan secara langsung. Mengalami benturan masalah, menghadapi problematika riil yang harus dicari jalan keluarnya secara praktis. Itu yang membuat mereka bisa.
Itu sebabnya Bob sering menyatakan, kalau anak kuliahan dengan IPK di atas 3, itu tanda calon karyawan, bukan calon bos. Teori perkuliahan saja tidak cukup membuat seseorang sukses dan menjadi bos. Diperlukan ilmu jalanan, praktek langsung, bergulat dengan medan kenyataan. Itu yang menempa seseorang menjadi bisa, dan pada akhirnya bisa sukses dalam usaha.
Ternyata Bob Sadino memang memulai bisnis dari jalanan, bukan dari sekolahan. Dia memulai dengan berjualan telur, daging ayam, sayur-mayur dan buah-buahan. Dia tidak menghadapi segala masalah dengan senjata teori, melainkan dengan praktek langsung. Bob juga mempunyai cara unik dalam melakukan pengawasan, yaitu dengan cara ikut bekerja bersama para karyawannya. Bahkan Bob betah seharian ikut melakukan pekerjaan karyawan.
Bob tidak segan bergaul dengan para karyawan mulai dari top level sampai pegawai paling rendah seperti tukang sapu atau office boy. Ia memosisikan diri seperti rekan kerja, teman, sahabat atau bahkan keluarga. Dengan cara seperti ini, semua karyawan menjadi nyaman dengan dirinya, dan pada saat yang sama ia bisa mengawasi serta mengontrol pekerjaan karyawan.
Bagaimana Menjadi Murabbi Goblok?
Sangat tidak tepat istilah ini, tidak perlu dikembangkan lagi. Intinya kita perlu menjadi murabbi yang berpikir simpel, langsung praktek, tidak takut gagal, tidak takut salah, belajar dari kesalahan membina, mau akrab menemani mutarabi, serta menyampaikan hal yang bisa disampaikan.
1. Berpikir simpel
Jangan terlalu rumit memandang proses tarbiyah. Merasa belum menguasai manhaj, merasa belum menguasai ilmu alat, merasa belum menguasai mawad tarbiyah, sehingga akhirnya tidak membina. Itu karena terlalu rumit cara memandang tarbiyah. Simpel saja, tarbiyah itu aktivitas bersama antara murabbi dengan mutarabbi untuk menghantarkan mereka menuju muwashafat tarbiyahnya.
Tanpa metode yang rumit, tanpa materi yang sulit, bahkan hanya dengan mengobrol santai saja, tarbiyah bisa berjalan. Lakukan saja, mulai saja, membina saja. Membina itu simpel kok...
2. Langsung praktek
Tidak perlu berkutat dengan banyaknya teori. “Saya belum mengerti bagaimana cara mengevaluasi mutarabi”, itu tidak masalah. Nanti saja dipelajari. Sekarang langsung praktek, langsung membina saja. Tidak perlu IP tinggi dalam tarbiyah, cukup kemauan belajar dan semangat melakukan pembinaan.
Jika menunggu sampai menguasai semua hal dalam “teori tarbiyah”, maka akan membuat tidak segera memulai praktek membina. Akhirnya hanya menjadi peserta daurah murabbi abadi, menguasai banyak teori, namun tidak mau praktek. Sudahlah, langsung praktek saja dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang pasti masih kita miliki.
3. Tidak takut gagal membina
Gagal membina itu wajar saja. Banyak murabbi pernah mengalami. Kita tidak perlu takut gagal, takut membubarkan kelompok binaan, takut gagal menjadikan mutarabi menjadi kader yang handal. Sudahlah, mulai saja, lakukan saja, tidak perlu takut gagal atau bubar di tengah jalan.
Ketakutan membina justru menjadi momok yang membuat tidak melakukan pembinaan. Padahal ketakutan itu justru akan terjawab dengan praktek melakukan pembinaan secara langsung. Kalau tidak praktek, bagaimana bisa mengetahui akan gagal atau berhasil?
4. Belajar dari kegagalan membina
Bahkan ketika kita gagal membina, atau binaan bubar di tengah jalan, itu bisa memberi pelajaran penting tentang faktor-faktor kegagalan dan keberhasilan tarbiyah. Bukan mendapatkan ilmu lewat teori kuliah, tetapi mendapatkan ilmu dari praktek langsung di lapangan. Gagal pun ada pelajaran yang penting bagi pembentukan karakter murabbi dan kemampuan membina.
Lakukan pembinaan, jika bubar, lakukan rekrutmen lagi, lalu dibina lagi dalam satu kelompok pembinaan. Jika kelompok kedua ini bubar lagi, rekrut kelompok berikutnya dan langsung dibina lagi, begitu seterusnya. Jangan takut gagal membina.
5. Tidak takut salah
Setelah mengerti sangat banyak hal renik dari “teori tarbiyah”, kadang memunculkan ketakutan jangan-jangan tidak bisa sesuai dengan teori. Jangan-jangan cara saya membina tidak standar sebagaimana tuntutan manhaj. Ketakutan itu justru memberatkan diri sendiri. Setelah mengikuti daurah murabbi yang menjelaskan “teori tarbiyah”, segera praktek dan menjalankan program pembinaan. Tidak perlu takut salah, takut tidak sesuai teori, dan seterusnya.
Tarbiyah itu proses, bukan sekali jadi. Maka yang penting mulai saja. Jika ada yang kurang dalam senuthannya, bisa dipoles sembari proses berjalan.
6. Mau akrab menemani mutarabi
Mutarabi kita sekaligus bisa menjadi pengingat dan motivasi bagi kita. Lakukan pendekatan dari hati ke hati, mau duduk akrab dengan mereka, tidak berjarak, mengobrol, bercanda, dan lain sebagainya. Itu akan membuat kedekatan murabbi dengan mutarabbi semakin baik, dan akan membuat proses tarbiyah semakin efektif.
Berakrab dengan mutarabi juga sekaligus kontrol terhadap kondisi mereka. Murabbi bisa mengetahui situasi pemikiran dan jiwa mereka dalam berinteraksi dengan tarbiyah selama ini.
7. Sampaikan apa yang bisa disampaikan
Nanti sore jadwal mengisi halaqah tarbawiyah? Jangan stres. Sampaikan saja apa yang bisa anda sampaikan. Mungkin berupa kisah, cerita, atau mengulas berita, atau menyampaikan satu madah tarrbiyah, atau memberikan tugas mutarabi untuk membaca buku tertentu dan menyampaikannya di forum, atau apa saja yang anda bisa. Jangan terbebani dengan pikiran “tidak punya sesuatu untuk disampaikan”.
Anda bisa menyampaikan apa saja, termasuk cerita kejadian yang anda alami bersama keluarga. Itu bisa memancing diskusi menarik untuk diambil pelajaran pentingnya.
Sudah siap? Harus siap. Semua harus membina, walau hanya satu kelompok binaan. Masih ada yang belum membina? Mungkin anda terlalu pandai.
Anak Belajar Mengelola Uang Sejak Dini (TIPS)
Mengajarkan dan meneladani anak cara mengelola
uang (sebagai alat tukar yang umum di dunia)
merupakan salah satu life skill yang menurut saya
sangat penting.
Dan skill/keahlian ini bukan dibebankan pada pihak
sekolah yang notabene –umumnya- hanya
mengajarkan matematikanya saja dan sedikit
konsep uang-harta di pelajaran agama. Jadi
mengajarkan dan meneladani anak mengenai
pengelolaan uang adalah tanggung jawab orang
tua.
Berikut ini adalah tahapan & tips mengajarkan
anak mengelola uang sejak dini :
1. Penjelasan konsep uang
Nah ini langkah awal yang utama. Muatan ajaran
nilai-nilai agama dimasukkan di sini. Jelaskan
beberapa hal seperti : Rezeki itu dari Allah ,
manusia menjemput rejeki tersebut dengan
berusaha.
Uang diperlukan untuk melakukan berbagai hal
seperti memenuhi kebutuhan hidup (makan,
minum, tempat tinggal), untuk sekolah, untuk
membantu orang lain, dll.
Jelaskan dengan contoh2 konkret yang anak
pahami (makanya saya paling seneng ajak anak2
saya ke pasar dan supermarket supaya mereka
belajar juga proses transaksi jual beli).
Manusia perlu uang untuk hidup tapi tidak boleh
dibalik hidup untuk uang, dst.
2. Ajarkan jenis-jenis pecahan uang sesuai usia.
Ibrahim sejak usia 3 tahun sudah belajar
membedakan koin penny, quarter, dollar dan uang-
uang kertas $1, $2, $5, dst. Kembali ke Indonesia
ya diajarkan lagi pecahan koin Rp 500, 1.000 ,
uang kertas 1.000 , 2.000 dst.
3. Ajarkan & teladani menyimpan dan meletakkan
uang dengan aman.
Yusuf sering careless alias ceroboh, sering taruh
uang sembarangan dan hilang. Saya bantu dengan
membelikan dompet dan setelah itu bila hilang ya
itu konsekuensi yang dia tanggung.
Untuk uang2 besar mereka titip ke Bank Bunda
(alias ke saya), kalau tabungan itu ada rekening
bank.
4. Libatkan anak dalam transaksi keuangan
dengan pihak lain.
Misalnya saat bayar ke tukang sayur, atau kasir
supermarket, selama tidak ada antrian di belakang,
biarkan anak yang memberikan uang dan
menerima kembalian bila ada.
Kadang sambil saya tes matematika
(pengurangan) : Yusuf, kita belanja 75 ribu, uang
yang kamu kasih nanti Rp 100 ribu, jadi berapa
kembalian yang nanti kamu terima?
5. Menjelaskan dan bantu anak membedakan Need
vs Want (Kebutuhan vs Keinginan).
6. Dari semua Need (Kebutuhan) tersebut bantu
anak menentukan skala prioritas. Biasanya need
ini berhubungan dengan keperluan sekolah,misalny
a satu set crayon, satu set pensil warna. Nah saya
tanya, kamu saat ini lebih penting pakai crayon
atau pensil warna?
7. Buat Wish List alias daftar keinginan anak
(wants), buat target2 yang perlu anak capai untuk
mendapatkan wants tersebut.
Misalnya : Bila Yusuf tamat hapalan Juz Amma dia
mau beli Nerf Gun. Target2 ini bisa jangka pendek,
bisa jangka panjang.
8. Jelaskan nilai setara dari keinginan anak (want)
dengan hal lain yang konkret.
Misalnya nih, suatu saat Yusuf pingin beli Nerf Gun
yang harganya bisa ratusan ribu rupiah. Misal Rp
200ribu. Saya bilang, dengan 200ribu Bunda bisa
beli seekor ayam kampung, sekilo daging sapi,
sayur mayur bisa untuk makan beberapa hari.
Penjelasan hal pembanding membantu anak pikir2
lagi apakah worth it mengeluarkan uangnya
sebesar itu dan memikirkan alternative lainnya.
9. Diskusikan berbagai hal yang dapat dilakukan
anak sesuai usianya untuk mendapatkan uang.
Hal-hal yang pernah dicoba misalnya anak
mendapatkan sekian $ untuk mem vakum area di
luar kamar mereka (kamar mereka merupakan
tanggung jawab mereka untuk membersihkan),
atau anak saya Yusuf yang menjual hasil
origaminya ke teman-temannya, juga
mengumpulkan botol bekas, kaleng bekas untuk
dijual ke Recycle/Bank Sampah.
Karena anak-anak sudah memiliki uang sendiri dari
berbagai sumber baik itu dari hasil usaha mereka
bekerja, jualan, dapat uang dari salam tempel,
dapat hadiah uang karena menang berbagai
lomba2, dll, saya tidak pernah memberikan uang
jajan kepada mereka (makanan ringan, makan
siang selalu saya siapkan home made).
10. Ajari anak pembukuan standar , yang dibagi
menjadi 4 pos :
a. Pos Pemasukan
b. Pos Pengeluaran
c. Pos Menabung / Investasi
d. Pos Sedekah
Di rumah saya ada spread sheet, kertas dengan
kolom2 di mana anak2 saya mengisi sendiri.
Misalnya mereka mau bawa uang Rp 5.000 karena
hari itu hari wirausaha (hari di mana kelas lain
jualan dan murid2 membeli) atau ya hanya ingin
bawa Rp 5.000 kadang-kadang ingin beli cemilan
di kantin sekolah.
Untuk pos sedekah, sudah dirutinkan paling tidak
setiap Jumat sedekah sambil sholat Jumat ke
masjid.
Untuk pos Menabung/Investasi, bagian investasi
masih PR saya n suami untuk memikirkan bersama
sesuai usia mereka apa yang dapat dilakukan
selain jualan.
Kami sudah menjelaskan konsep jualan yaitu
perlunya modal dan bagaimana menetapkan harga,
target jualan sehingga mendapatkan keuntungan.
Secara berkala saya dan anak2 duduk bersama
membahas status keuangan mereka, jadi berapa
“saldo” mereka masing2.
Semoga bermanfaat,mohon maaf kalau masih
kurang tepat, masih belajar
Seekor Lalat
Seekor lalat terperangkap dlm pintu kaca yg tertutup rapat.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan & kelaparan.
Esok paginya nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Sekelompok semut serentak mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati.
Seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua
“Mengapa dia sekarat?”.
“Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yg seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh² telah berjuang keras berusaha keluar dari kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan mati”.
Semut kecil itu bertanya lagi “Aku masih tak mengerti, bukannya lalat itu sdh berusaha keras? Kenapa dia tidak berhasil?”.
Semut tua itu menjawab
“Lalat itu bagaikan seorg yg tdk kenal menyerah & telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara² yg sama”.
Semut tua dengan mimik & nada serius berkata:
“Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dgn cara yg sama namun mengharapkan hasil yg berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini”.
“Para pemenang tdk melakukan hal² yang berbeda, mereka hanya melakukannya dgn CARA yg berbeda”.
#HikmahMalam
Moral: haruskah kita mati terkulai seperti lalat ??
AL-QUR'AN DAN SANG JENDRAL
Bismillah.
Kisah nyata yg mengharukan
Suatu sore, di tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.
Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik .. itu akan mendarat di wajah mereka.
Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara Ayat Suci yang amat ia benci.
"Hai ... hentikan suara jelekmu! Hentikan ...!!!" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.
Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.
Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.
Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo, bibir keringnya hanya berkata lirih "Rabbi, wa-ana 'abduka ...".
Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata,
"Bersabarlah wahai ustadz ... Insya Allah tempatmu di Syurga".
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.
Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai.
"Hai orang tua busuk!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!!
Sang Ustadz lalu berucap, "Sungguh ... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai Allah Subhanahu wa ta'ala.. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh".
Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.
Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.
Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.
"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!", ucap sang ustadz
Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto.
Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.
Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.
"Ah ... sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.
Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol. Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam.
Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak.
Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.
Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).
Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa.
Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia.
Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.
Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.
Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.
Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.
Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abayanya.
Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi ..."
Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya.
Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah.
Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi ... Abi ... Abi ..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.
"Hai ... siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi ..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah ... siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.
"Saya Ahmad Izzah ..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah ...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.
Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto' ... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.
Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi.
Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.
Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi ... Abi ... Abi ..."
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.
Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya.
Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.
Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi ... aku masih ingat alif, ba, ta, tsa ..." Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.
Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya.
Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu ..." Terdengar suara Roberto memelas.
Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya.
Air matanya pun turut berlinang.
Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.
Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"
Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyhadu an-laa Ilaaha illalloh, wa asyhadu anna Muhammadan Rasullulloh ...'.
Beliau pergi menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.
Kemudian..
Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru dengannya.
Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.
Benarlah firman Allah ...
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus,tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS 30:30)
SUBHANALLAH..
Semoga kisah ini dapat membuat hati kita luluh dengan hidayah Allah yang mudah-mudahan dapat masuk mengenai qolbu kita untuk tetap taat dan tunduk pada perintah Allah, dan senang untuk berbuat kebajikan
Rabu, 28 Januari 2015
JANGAN JADI ORANGTUA DURHAKA (Sebuah renungan)
By : bendri jaisyurrahman (twitter : @ajobendri)
1. Hal yang indah ketika Allah memberi amanah kepada orang tua. Lahirnya anak sebagai pelipur lara. Dinanti sejak awal berumah tangga
2. Anak dinantikan hadirnya, namun saat terlahir banyak yang mengabaikannya demi mengejar obsesi dunia
3. Banyak pasangan berobat demi mendapatkan anak. Di sisi lain banyak pasangan setelah memiliki anak sibuk dengan mencari harta yang banyak
4. Padahal anak bukanlah piaraan sebagaimana kucing anggora. Sekedar dikasih makan selesai begitu saja. Mereka punya jiwa yang harus disapa
5. Ortu bersusah payah penuhi kebutuhan materi. Namun sering abai memenuhi kebutuhan hati dan ruhani. Jadilah mereka tumbuh tanpa harga diri
6. Saat anak dirundung masalah sepulang sekolah, ortu sering tak ada di rumah. Mereka mengadu kepada tetangga sebelah. Kita cemburu dan marah
7. Saat anak unjuk prestasi. Berharap ortu hadir dan memuji. Namun ortu sibuk dengan segudang alibi. Mereka merasa yatim sejak dini
8. Saat anak masih bayi ortu rela begadang. Setelah tumbuh remaja komunikasi menjadi jarang. Sekedar tanya PR tak ada waktu berbincang
9. Kita salahkan tv sebagai perusak. Namun tak mampu memberi hiburan anak walau sejenak. Malah bangga dianggap anak sebagai ortu yang galak
10. Anak mencoba datang ke mesjid. Saat bercanda malah dibentak dan dicubit. Hati mereka sakit. Bertekad jauhi masjid
11. Anak lebih memilih ke warnet. Disambut laksana artis di atas karpet. Disana mereka awet. Ortu makin mumet
12. Saat anak bertanya tentang seks yang tabu. Ortu menghardik dan menggerutu. Tak dijawab malah mengalihkan isu. Anak mencari jawab dari film biru
13. Saat anak mulai jatuh cinta. Mereka butuh teman bercerita. Ortu berada entah dimana. Mereka pun curhat lewat dunia maya
14. Saat ortu tak bisa menjadi kawan. Mereka pun memutuskan untuk pacaran. Demi bisa dapat perhatian sekaligus belaian yang diidamkan
15. Ortu hanya bisa marah. Sementara pacar bersikap ramah. Anak lebih membela pacar dibandingkan ortu yang suka menampar
16. Ortu merasa sudah berjasa. Memberikan semua yang anak pinta. Padahal anak jarang disapa. Sudah lama tak bermain dan bercanda
17. Saat anak dirasa menjauh ortu menyesal. Hanya bisa marah-marah dan merasa gagal. Saat bayi dulu anak ditimang. Sudah besar berbincang jarang
18. Andai waktu bisa berulang. Perbaiki kesalahan yang sudah melekang. Namun anak kadung menentang. Tinggallah ortu merasa gamang
19. Jika semua sudah terlanjur, maka evaluasi haruslah jujur. Tak perlu salahkan siapa-siapa. Semua pasti ada hikmahnya
20. Meminta maaf bisa lembutkan jiwa. Teriring kalimat cinta. Dengan pasangan saling bekerjasama. Memulai tekad jalin kasih dalam keluarga
21. Bersusah payah mengasuh anak di dunia tidaklah mengapa. Asal di akhirat bisa berkumpul bersama. Allah buatkan rumah di surga. Duh indahnya
22. Jangan malu mencari ilmu. Sebab mengasuh anak memang perlu guru. Agar kita tak keliru. Berharap anak jadi pribadi bermutu
23. Luangkan waktu ikut seminar pengasuhan. Praktekkan bersama pasangan. Anak bangga punya ortu idaman. Selalu mendampingi saat dibutuhkan
24. Saat ortu telah tiada. Anak tak henti mengirim doa. Sebab cinta telah tertanam sedemikian rupa. Buah dari pengasuhan yang utama
25. Kelak kita kan kumpul bersama di surga. Merajut kasih bersama anak cucu tercinta. Buah dari pengasuhan yang berkualitas selama di dunia
26. Sibuk bekerja itu sah sah saja. Tapi tanggung jawab sebagai ortu tetap yang utama. Kelak ditagih di akhir masa
27. Ingatkan pasangan jikalau lupa. Bahwa hidup bukan semata materi dan benda. Amanah Allah haruslah dijaga. Jangan sampai menyesal di masa tua
28. Semoga tak ada lagi ortu durhaka. Yang abaikan hak anak seenaknya. Berharaplah untuk bisa sukses dalam kerja. Keluarga tetap terjaga
29 Kultweet ini sekedar renungan. Jika ada yang salah mohon dimaafkan. Semoga kita bisa jadi ortu idaman. Silahkan share jika berkenan (bendri jaisyurrahman)
Semoga bermanfaat 😊😊😄
Selasa, 27 Januari 2015
Agar Jangan Sampai Dikatakan
Inilah True Story yang terjadi pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab.
Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. Di kejauhan datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata,
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".
Umar segera bangkit dan berkata,
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."
"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas,
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggungjawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.
"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al Farisi yang berkata..
"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini,
Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh.
Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.
Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman. Salah satu sahabat Rasulullah saw yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.
Akhirnya tiba waktunya penqishashan, Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.
Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.
"Itu dia!" teriak Umar, "Dia datang menepati janjinya!".
Dengan tubuh bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.
"Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku.." ujarnya dengan susah payah, "Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak.. waktu..".
"Kupacu.. tungganganku.. tanpa henti, hingga.. ia sekarat di gurun.. terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku berlari dari sana.."
"Demi Allah", ujar Umar menenanginya dan memberinya minum, "Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?"
"Agar.. jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan Muslimin.. tak ada lagi ksatria.. tepat janji.." jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru,
lalu ia bertanya, "Lalu kau Salman, mengapa mau-maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya", Salman menjawab dengan mantap.
Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.
"Allahu Akbar!" tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak,
"Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu".
Semua orang tersentak kaget.
"Kalian.." ujar Umar, "Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?" Umar semakin haru.
"Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya" ujar kedua pemuda membahana.
"Allahu Akbar!" teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan bangga oleh semua orang.
Begitupun kita disini, di saat ini..
sambil menyisipkan sebersit rasa iri karena tak bisa merasakannya langsung bersama saudara-saudara kita pada saat itu..
"Allahu Akbar...". La Illa ha Illa anta Subhanaka inni kuntu minadzdzalimin...
Kisah seorang Ayah bersama Anaknya
🌾Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini, ia baru duduk di kelas 3 SD. untuk mengatur uang jajannya...
🌾Sang anak diberi uang Rp. 30.000 perminggu (termasuk ongkos ojek). Biasanya uang tersebut diberikan sang ayah sehari sebelum anaknya masuk sekolah...
🌾Pada Ahad pagi mereka berdua hendak jalan-jalan ke kota untuk menikmati liburan. Sebelum berangkat., tak lupa sang ayah memberikan uang jajan mingguan anaknya dengan tiga lembar uang Rp 10.000. Dan uang tersebut disimpan rapi dalam saku celananya...
🌾Di tengah keasyikan sang ayah dan anaknya menikmati hari libur mereka, tiba-tiba keduanya dikejutkan dengan kedatangan seorang kakek pengemis yang telah tua renta sambil memelas...
Tak tega melihat sang kakek tua yang memelas itu, sang anak dengan sigap langsung mengeluarkan 3 lembar uang Rp10.000,- dari saku celana dan diberikan seluruhnya...
🌾Kontan saja kakek pengemis ini terlihat sangat senang seraya mengucapkan rasa syukur dan terimakasih yang tak terkira kepada sang anak dan ayahnya ini...
🌾Setelah si kakek tua berlalu, sang ayah bertanya:
“Sayang..., kenapa kamu berikan semua uangmu untuk kakek itu...??? Bukankah satu lembar saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya hingga nanti malam...???”
🌾“Ayaaah... kalau kakek tua itu ikhlas menerima yang sedikit, maka aku ikhlas untuk memberikan yang lebih besar...!” Jawab anaknya dengan wajah tersenyum...
🌾“Tek..!!!” Hati sang ayah langsung tersentak kaget mendengar jawaban tersebut.
“Nah...! terus uang jajanmu untuk seminggu ke depan bagaimana...?” Tanya sang ayah mencoba mengujinya.
🌾“Kan aku masih punya ayah dan bunda..!!!
Tidak seperti kakek tua itu yang mungkin hanya hidup sebatangkara di dunia ini...!” balas anaknya...
🌾“Kenapa kamu begitu yakin kalau ayah dan bunda akan mengganti uang jajanmu...? Ayah nggak janji loh...!?” Kembali sang ayah mengujinya...
“Kalau ayah merasa bahwa aku adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada ayah dan bunda..., maka aku sangat yakin ayah dan bunda tak akan membiarkan aku kelaparan seperti kakek tua itu...” jawab sang anak mantap...
🌾Seakan sang ayah tak percaya dengan jawaban dari putranya hingga ia kehabisan kata-kata... Ia tak menyangka jawaban seperti itu keluar dari seorang bocah kelas 3 SD. Ia seperti sedang berhadapan dengan seorang ulama besar dan ia tak bernilai apa-apa ketika berada di hadapannya..!
❤❤❤MASYA ALLAH...
🌾Lalu... ia berjongkok dan memegang kedua pundak buah hatinya itu...
“Sayang… ayah dan bunda janji akan selalu menjaga dan merawatmu hingga Allah Ta'ala tetapkan batas umur ini... Ayah sangat sayang padamu naaak...” Sambil kedua matanya berkaca-kaca seolah tak kuat menahan haru...
🌾Sambil memegang kedua pipi ayahnya, sang anak pun membalas,
“Ayah tak perlu berkata seperti itu... Sejak dulu aku sudah tahu bahwa ayah dan bunda sangat mencintai dan menyayangiku...!
Kelak jika aku sudah dewasa aku akan selalu menjaga ayah dan bunda...! Dan aku tidak akan membiarkan ayah dan bunda hidup di jalanan seperti kakek tua itu...!!!”
🌾Dan airmata sang ayah pun tak terbendung mendengar jawaban tulus dari anaknya itu... Dipeluklah tubuh mungil itu dengan sangat erat...
Dan keduanya larut dalam haru dan kasih sayang...
❤Kapankah kurikulum kita bisa menghasilkan mental anak yang seperti ini???
Semoga kita terinspirasi dari cuplikan kisah ini, dan bermanfaat bagi kita sekalian... Amiin.
Untuk melipat gandakan hikmah dan manfaatnya, dipersilakan membagi dengan saudara dan teman lainnya.
SALESMAN GAGAP
by Motivator ulung Andrie Wongso.
Pantang menyerah dan tidak diam menerima kondisi yang sudah ada adalah sesuatu yang dibutuhkan jika ingin sukses.
Hal ini lah yang dilakukan oleh Salesman Gagap (bicara terbata-bata).
Sebelumnya, si Gagap melihat sebuah iklan lowongan kerja sebagai Salesman Ensiklopedi yang cukup mahal. Satu buku berharga Rp. 2,5 jt, dengan tebal buku sebanyak 3456 halaman.
Dengan PD nya, si Gagap berangkat menuju perusahaan yg dimaksud. Namun ketika tiba di perusahaan tsb, sudah tutup dan tdk menerima pekerja lagi. Tapi dengan tidak putus asa dan pantang menyerah, si Gagap masuk utk menemui boss perusahaan tsb dan dengan terbata-bata namun yakin, dia sampaikan maksud akan menjual banyak buku. Karena kegigihan dan kemauan yg terpancar dari wajahnya, sang boss pun menerima si Gagap utk menjadi Salesman, dengan syarat, tdk akan digaji, tetapi diberi komisi utk tiap buku yg dijual.
Singkat cerita, seminggu setelahnya, saat meeting report mingguan, si boss bertanya pada para salesman.
"Kamu jualan berapa buku??"
Si A menjawab, "Baru 1 buku". Si B malah blm menjual, dan begitu selanjutnya. Paling top ada yg menjual 2 buku. Saat si Gagap ditanya, dia menjawab..."..ti..ti..." Si boss memotong.." Tiga??", "...bu...bu..bbuu..kan. Tttt..a...pi...ttti...ga...puluh". Si boss dan para salesman yg lain pun tercengang. Kok bs si Gagap menjual 30 buku dalam satu minggu? Si boss pun meminta Si Gagap membagi Success Story nya.
"Gggg..gam...pppang... Kok bbbbos. Yg pppen...ttting...a...a...da kemmmauan"
Hemmm ..si boss ngangguk2 tanda setuju. Tapi dia blm puas, pasti ada rahasia nya sehingga bs si gagap menjual buku mahal sebanyak itu. " Ada lg selain kemauan?"
"A...a..da bbboss. Ssss..aya bbbilang ke..ke..cus..tttomer ss..ssaya. Mmmma..u bbbbeli...a..aa..pa mmma..u sss..saya bbbacain..? "
💪💪💪 semangaatt..
Kisah Seekor Anak Anjing
Ada seekor anak anjing yang mukanya slalu muram. Sprt biasa dia jalan-jalan sambil merengut. Tiba2 ia tertarik utk masuk ke rumah yg pintunya terbuka. Ia tidak tahu bahwa dalam rumah itu terpasang 1000 cermin. Begitu anjing tersebut masuk ke dalam rumah, betapa kagetnya ia! Ternyata ada 1000 anjing dengan ekspresi terkejut memandang ke arahnya! Aha...Karena merasa terancam, ia pun menyalak ke arah 1000 anjing tersebut, rupanya salakan tersebut dibalas dengan salakan juga oleh 1000 anjing yang tidak lain adalah pantulan dirinya sendiri di 1000 cermin. Karena takut, anjing kecil pun keluar dari rumah itu. Hati kecilnya berkata, "Rumah ini sungguh mengerikan!"
Tidak berapa lama, seekor anjing yang berhati riang sedang jalan-jalan di sekitar tempat itu juga, ia melihat rumah 1000 cermin yang pintunya terbuka, sambil tersenyum kecil ia pun mengendap masuk. Betapa senangnya ia, begitu masuk, ia melihat ada 1000 anjing sedang tersenyum kecil menatap dirinya! Ia pun mengibas-ngibaskan ekor dan melompat dengan riang. Rupanya, 1000 anjing di hadapannya ikut-ikutan mengibas ekor dan melompat. Dalam hatinya berkata, "Wah, menyenangkan sekali di sini."
Sebenarnya kehidupan ini adalah rumah 1000 cermin tersebut. Hidup hanya merefleksikan apa yang ada pada diri sendiri. Ketika berpikir bahwa kehidupan itu sulit, susah, mereka bersekongkol, orang jahat banyak, meraka akan menghancurkan kita.... maka realita seperti itulah yang akan ditemukan.
Berhentilah murung, cemberut, sering komplain, mengeluh dan "menyalaki" atas hal-hal di sekitar..
Sebaliknya,
Berusahalah memperbaiki mental dan sikap, berpikir positif, bersyukur dan selalu menebar kebaikan... dan rasakanlah sensasi rumah 1000 cermin yang luar biasa dahsyatnya ketika memberi senyum padanya, 1000 senyuman akan berbalik untuk kita.
Hadist Tentang Bersin dan Menguap
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan
membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan ‘haaah’, maka setan akan menertawainya. ” ( HR. Bukhari no. 6223 dan
Muslim no. 2994 )
Udin & Pak Ustad (Menilai Orang)
Udin: tadz, ane punya kawan ahli ibadah tp ane ajak ngurus kegiatan masjid g mau..
Ust: kok?
Udin: satunya rajin ngurus masjid tp malas ibadahnya..
Ust: hmm..
Udin: nah, kedua model temen ane tu mana yg lebih baik tadz..
Ust: yg paling baik adalah ente din, jk mau menuntun mereka agar menutupi kekurangannya masing2..hehe
Udin: ane tanya serius ni tadz, yg paling pas disebut orang soleh tu yg mana?
Ust: din, kita gak disuruh agama untuk menilai orang lain, juga mmbanding-bandingkan..
Udin: kenapa tadz?
Ust: krn kita semua dalam posisi obyek penilaian Allah.. kita sedang berlomba membangun keridhaan Allah pd masing-masing kita din..
Udin: astaghfirullah, ya tadz.. tp menurut ketentuan agama, mana kedua temen ane yg lebih afdhal tadz?
Ust: keduanya positif din, tp masing2 memiliki kekurangan ..
Udin: tp kan ada yg lebih baik dari keduanya tadz, meskipun sm2 baik..
Ust: ok begini, dalam kondisi keduanya komitmen dg apa yg dilakukan, aktivis yg masih malas beribadah lbh baik din, krn malasnya hanya merugikan dirinya sendiri sedang aktivitasnya bermanfaat bg orang lain..
Udin: ttng yang rajin ibadah tadz?
Ust: rajin ibadah manfaatnya hnya untuk diri sendiri sdg malasnya berkegiatan merugikan orang lain..
Udin: apakah org lain selalu dirugikan krn kemalasan kita tadz?
Ust: sekilas gak, tp coba renungkan lbh dalam. Jk gak ada kegiatan taklim misalnya, bgmn jamaah masjid bs meningkat ilmunya, bgmn anak2 mrk bisa belajar agama, belajar alquran?
Udin: subhanallah.. betul tadz. Hnya trkadang orang berpikir, toh sdh ada orag lain yg melakukan, sy gak perlu lagi..
Ust: nah, cara pandang inilah yg merupakan virus paling berbahaya din, jika ia sudah mewabah, maka api dakwah akan padam, umat pun lumpuh..
Udin: kok bisa tadz?
Ust: kalau stiap org berpikir bgt, lalu siapa yg akan melakukan aktivitas yg bermanfaat bg umat?
Udin: sikap yg benar tadz?
Ust: dengarkan kata-kata Sayyid Qutub: jika ada seribu pejuang maka saya adl salah satunya, jika ada seratus pejuang maka saya adl salah satunya, jika ada sepuluh saja pejuang mk saya adl salah satunya, dan jika hnya satu yg berjuang maka itu adlah aku..
Udin: subhanallah... astaghfirullah...
Khutbah Nikah Pernikahan Putri Ust Tate Qomaruddin
oleh Ust Anis Matta:
Semoga dapat diambil manfaatnya untuk yang sudah menikah, maupun yang belum
Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban.
Ini bukan cuma tentang 2 manusia yg saling mencinta lalu mengucap akad. Tetapi bahkan ini merupakan peristiwa peradaban yg mengubah demografi manusia
Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif
'Sakinah' bukan cuma 'tenang'. Ia berasal dari kata 'sakan' yang artinya 'diam/tetap/stabil'. Maka ia menjadikan tenang karena stabil, bukan tenang yang melalaikan
Sakinah adalah perasaan tenang yang lahir dari kemantapan hati. Manusia menjadi tenang saat kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi secara komprehensif
Al Quran menjelaskan: 'Kami jadikan air sebagai sumber kehidupannya'. Air merupakan: sumber (simbol) stabilitas (psikis saat diatur volumenya dalam tubuh) dan produktifitas (kualitas semangat & kuantitas keturunan)
Hakikat pernikahan tidak bisa dipelajari dari manapun. Learning by doing. Islam mengarahkan menikah muda agar rasa penasaran itu cepat terjawab.
Agar setelah 'rasa penasaran' itu terjawab, perhatian seseorang bisa lebih banyak tercurah dari urusan biologis ke intelektualitas-spiritualitas.
Tidak perlu takut terhadap beban hidup, yang perlu dilakukan hanya mengelolanya. Sebab pelaut ulung pun lahir setelah melewati gelombang-gelombang samudera
Yang bisa membuat kita melewati gelombang itu adalah persepsi awal yang benar tentang cinta. Yaitu cinta sebagai dorongan untuk terus memberi pada yang kita cintai
Hubungan yang terbina dari sini bukan hanya hubungan emosional, tapi juga spiritual-rasional. Karna keluarga ini adalah basis sosial terkecil untuk membangun peradaban.
Jumat, 16 Januari 2015
Untuk Para Sahabat Rasul
dari twit @salimafillah (7/1/2015)
1) Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?
2) Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?
3) Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?
4) Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?
5) Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?
6) Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?
7) Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?
8) Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..
9) ..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."
10) Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?
11) Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?
12) Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?
13) Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu"..
14) ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?
15) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?
16) Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?
17) Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?
18) Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?
19) Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam..
20) ..sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?
21) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar..
22) ..mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?
23) Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?
24) Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?
25) Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu"?
26) "Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?"
27) Ini kami Ya RasulaLlah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa'atmu?
28) Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka.
Qaulan Sadiidaa untuk Anak Kita
Oleh: Salim A. Fillah
Remaja. Pernah saya menelusur, adakah kata itu dalam peristilahan agama kita?
Ternyata jawabnya tidak. Kita selama ini menggunakan istilah ‘remaja’ untuk menandai suatu masa dalam perkembangan manusia. Di sana terjadi guncangan, pencarian jatidiri, dan peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Terhadap masa-masa itu, orang memberi permakluman atas berbagai perilaku sang remaja. Kata kita, “Wajar lah masih remaja!”
Jika tak berkait dengan taklif agama, mungkin permakluman itu tak jadi perkara. Masalahnya, bukankah ‘aqil dan baligh menandai batas sempurna antara seorang anak yang belum ditulis ‘amal dosanya dengan orang dewasa yang punya tanggungjawab terhadap perintah dan larangan, juga wajib, mubah, dan haram? Batas itu tidak memberi waktu peralihan, apalagi berlama-lama dengan manisnya istilah remaja. Begitu penanda baligh muncul, maka dia bertanggungjawab penuh atas segala perbuatannya; ‘amal shalihnya berpahala, ‘amal salahnya berdosa.
Isma’il ‘alaihissalaam, adalah sebuah gambaran bagi kita tentang sosok generasi pelanjut yang berbakti, shalih, taat kepada Allah dan memenuhi tanggungjawab penuh sebagai seorang yang dewasa sejak balighnya. Masa remaja dalam artian terguncang, mencoba itu-ini mencari jati diri, dan masa peralihan yang perlu banyak permakluman tak pernah dialaminya. Ia teguh, kokoh, dan terbentuk karakternya sejak mula. Mengapa? Agaknya Allah telah bukakan rahasia itu dalam firmanNya:
Dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan teturunan di belakang mereka dalam keadaan lemah yang senantiasa mereka khawatiri. Maka dari itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang lurus benar. (QSnAn Nisaa’ 9)
Ya. Salah satu pinta yang sering diulang Ibrahim dalam doa-doanya adalah mohon agar diberi lisan yang shidiq. Dan lisan shidiq itulah yang agaknya ia pergunakan juga untuk membesarkan putera-puteranya sehingga mereka menjadi anak-anak yang tangguh, kokoh jiwanya, mulia wataknya, dan mampu melakukan hal-hal besar bagi ummat dan agama.
Nah, mari sejenak kita renungkan tiap kata yang keluar dari lisan dan didengar oleh anak-anak kita. Sudahkah ia memenuhi syarat sebagai qaulan sadiidaa, kata-kata yang lurus benar, sebagaimana diamanatkan oleh ayat kesembilan Surat An Nisaa’? Ataukah selama ini dalam membesarkan mereka kita hanya berprinsip “asal tidak menangis”. Padahal baik agama, ilmu jiwa, juga ilmu perilaku menegaskan bahwa menangis itu penting.
Kali ini, izinkan saya secara acak memungut contoh misal pola asuh yang perlu kita tataulang redaksionalnya. Misalnya ketika anak tak mau ditinggal pergi ayah atau ibunya, padahal si orangtua harus menghadiri acara yang tidak memungkinkan untuk mengajak sang putera. Jika kitalah sang orangtua, apa yang kita lakukan untuk membuat rencana keberangkatan kita berhasil tanpa menyakiti dan mengecewakan buah hati kita?
Saya melihat, kebanyakan kita terjebak prinsip “asal tidak menangis” tadi dalam hal ini. Kita menyangka tidak menangis berarti buah hati kita “tidak apa-apa”, “tidak keberatan”, dan “nanti juga lupa.” Betulkah demikian? Agar anak tak menangis saat ditinggal pergi, biasanya anak diselimur, dilenabuaikan oleh pembantu, nenek, atau bibinya dengan diajak melihat –umpamanya- ayam, “Yuk, kita lihat ayam yuk.. Tu ayamnya lagi mau makan tu!” Ya, anak pun tertarik, ikut menonton sang ayam. Lalu diam-diam kita pergi meninggalkannya.
Si kecil memang tidak menangis. Dia diam dan seolah suka-suka saja. Tapi di dalam jiwanya, ia telah menyimpan sebuah pelajaran, “Ooh.. Aku ditipu. Dikhianati. Aku ingin ikut Ibu tapi malah disuruh lihat ayam, agar bisa ditinggal pergi diam-diam. Kalau begitu, menipu dan mengkhianati itu tidak apa-apa. Nanti kalau sudah besar aku yang akan melakukannya!”
Betapa, meskipun dia menangis, alangkah lebih baiknya kita berpamitan baik-baik padanya. Kita bisa mencium keningnya penuh kasih, mendoakan keberkahan di telinganya, dan berjanji akan segera pulang setelah urusan selesai insyaallah. Meski menangis, anak kita akan belajar bahwa kita ...
Senin, 05 Januari 2015
Renungan Maulid
@anismatta: Bismillah, Di malam yg sejuk ini, marilah kita bershalawat utk Rasulullah SAW..Ya Allah muliakanlah oleh-Mu Muhammad & keluarganya #maulid
@anismatta: Shalawat kita sampaikan utk memperingati kelahiran dan mendoakan Nabi Muhammad SAW..Nabi akhir zaman, pembawa kebenaran Al Qur'an.. #maulid
@anismatta: Tanggal 2 Januari adalah hari yg unik & penuh pelajaran.. Pertama, krn bertepatan dgn maulid Nabi Muhammad SAW.. #maulid
@anismatta: Kedua, karena pada hari itu adlh tanggal jatuhnya Andalus di jazirah Spanyol, lepas dari kekuasaan Islam.. #maulid
@anismatta: Makna kelahiran Nabi adlh spirit perubahan & perbaikan akhlaq. Dlm perjalanan hidup Rasulullah, ada byk momen perubahan, bahkan #revolusi
@anismatta: Sejak hati Nabi dibersihkan olh malaikat, datangnya wahyu Iqra', hijrah ke Yastrib, hingga kejayaan Islam; semua mengandung pesan perubahan.
@anismatta: Perubahan pertama, adlh membersihkn hati & mawas diri, menghilangkn semua prasangka buruk. #revolusi hnya bisa dimulai dari hati yg bersih..
@anismatta: Terangnya hati (nurani) adalah modal kita menerima kebenaran wahyu Allah.. #maulid
@anismatta: Sementara hati yg gelap (zulmani) menghalangi kita dari semua wahyu dan kebaikan dari Allah SWT.. #maulid
@anismatta: Wahyu "Bacalah" yg diikuti dengan "Hai Orang Berselimut" adalah pesan untuk memahami dan bertindak mengubah keadaan.. #maulid
@anismatta: Tidak membiarkan diri dalam kegelapan, tidak juga berpangku tangan.. #maulid
@anismatta: Wahyu "Bacalah" yang dilanjutkan dgn "Wahai Orang Berselimut" adalah ajakan revolusi pertama. Pesan utamanya : jangan takut! #maulid
@anismatta: Simbol perubahan dalam sirah nabawiyah adalah hijrah dari Makkah ke Yasthrib.. #maulid
@anismatta: Tindakan yg pada mulanya bersifat taktis, menghindari teror kafir Quraisy, berubah menjadi tonggak peradaban luar bisa.. #maulid
@anismatta: Yg dibawa Rasulullah bukan semata ajarah kesalehan individual, tapi cetak biru revolusi damai membangun peradaban yg memuliakan manusia..
@anismatta: Rasulullah mentransformasi kesalehan pribadi yg tunggal orang per orang, menjadi peradaban hingga mencapai 2 miliar umat Islam sekarang..
@anismatta: Jika dihitung matematis, hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari sejak diangkat, Rasulullah SAW membangun peradaban.. #maulid
@anismatta: Blm prnah ada perubahn sosial, bahkan #revolusi yg lebih cepat & luas dari penyebaran Islam sprti yg dilakukan olh Nabi Muhammad SAW.#maulid
@anismatta: #revolusi Islam oleh Rasulullah SAW bisa diibaratkan gerakan shalat: diawali takbiratul ihram, diakhiri dgn salam ke kiri ke kanan..#maulid
@anismatta: Inti ajaran Islam adalah hablumminallah dan hablumminannas yg seimbang.. Dan itu dimulai dgn #revolusi kesadaran, berupa tauhid..#maulid
@anismatta: Karena itu, memperingati Maulid Nabi SAW selalu relevan sampai kapan pun..#maulid
@anismatta: Pada saat yg sama kita belajar dari kejatuhan Andalus.. Seperti sisi antagonis dari koin yg sama..#maulid
@anismatta: Andalus adlh wilayah kekhalifahan Umayyah di semenanjung Iberia.. Klo skrg mencakup sebagian Spanyol, Portugal hingga ke Perancis selatan..
@anismatta: Andalus sempat menjd ibukota sains dan teknologi (khususnya kedokteran) dunia. Cendekiawan besar tinggal dan berkarya di daerah itu. #maulid
@anismatta: Imuwan dan filsuf seperti Abul Qasim, Ibnu Rusyd atau Ibnu Sina berpengaruh besar thd kehidupan intelektual Eropa zaman pertengahan..#maulid
@anismatta: Muslim dan non-Muslim datang dari luar negeri untuk belajar di berbagai perpustakaan dan universitas terkenal.. #maulid
@anismatta: Konflik elite politik, khususnya jatuhnya Umayyah oleh Abbasiyah, melemahkan sendi2 politik Andalus.. #maulid
@anismatta: Konflik ini pula yg membuat serangan dari luar sedikit demi sedikit menggerus wilayah Andalus.. #maulid
@anismatta: Andalus bertahan 800 thn sebelum masalah internal dan serangan musuh melenyapkan tatanan peradaban Islam itu.
#maulid
@anismatta: Kini kita masih bisa melihat warisan fisiknya di Spanyol, sekitar Sevilla, Granada, smp Lisboa di Portugal.. #maulid
@anismatta: Beruntung kita dapat merenungkan makna dua peristiwa penting itu pada hari yg sama tahun ini.. #maulid
@anismatta: Dari Maulid Nabi SAW kita belajar ttg perubahan dan perbaikan akhlaq pada berbagai tonggak waktu kehidupan.. #maulid
@anismatta: Perjalanan Rasulullah SAW adlh kisah transformasi kesalehan individu menjdi tatanan peradaban; dr 1 orang smp 2 miliar manusia.. #
@anismatta: Andalus adalah kisah ttg kejayaan peradaban Islam yg terpaksa kalah oleh konflik politik.. #maulid
@anismatta: Andalus adalah monumen kecendekiawanan Muslim yg harus terus kita hidupkan..#maulid
@anismatta: Membaca sejarah Andalus hari ini bisa menerbitkan ketakutan, tapi di situ juga kita membaca harapan. Bhw kebangkitan Islam adlh keniscayaan.
@anismatta: Kala filsafat, sains & teknologi melebur dlm khazanan pemikiran & peradaban Islam, maka kt akan menyuarakn keadilan & kebenaran dgn lantang.
@anismatta: Islam pernah meletakkan pijakan peradaban yg amat kokoh di Eropa kala itu.. #maulid
@anismatta: Bukan tidak mungkin di suatu persimpangan sejarah nanti Islam dan Barat akan bertemu kembali.. #maulid
@anismatta: "Barat" bukan berarti negara atau kepentingan geopolitik tertentu, tapi tradisi berpikir kefilsafatan yg rasional & sistematis..#maulid
@anismatta: Kewajiban umat Islam, khususnya para alim ulama & pemikirnya, utk mendorong keterbukaan dialog2 yg cerdas..#maulid
@anismatta: dengan menghadirkan Islam ke tengah2 kehidupan kita dlm bahasa peradaban yg santun.. #maulid
@anismatta: Darah sudah terlalu banyak mengalir karena kebencian.. Sdh saatnya kita mengakhirinya.. # maulid
@anismatta: Kita mulai lembaran dialog baru yg dilandasi oleh cinta dan kebebasan.. #maulid
@anismatta: Sudah waktunya Islam dgn kebenarannya dpt menjadi solusi bagi masalah2 bersama yg sedang dihadapi umat manusia.. #maulid
@anismatta: Islam pernah menyumbang peradaban dunia, lewat pintu Andalus atau Utsmaniyah.. Kini Islam akan tetap menyumbang utk dunia..#maulid
@anismatta: Mari terus belajar dr peristiwa2 sejarah penting utk menatap masa depan.. Islam di Indonesia akn menjd salah satu pilar peradaban Muslim..
@anismatta: Mari kita tetap terus berdoa agar Allah SWT selalu memberkahi Indonesia.. #maulid
@anismatta: Kobarkan Semangat Indonesia..!!!
https://twitter.com/anismatta/status/551439686388826112