Sabtu, 31 Januari 2015

Anak Belajar Mengelola Uang Sejak Dini (TIPS)

Mengajarkan dan meneladani anak cara mengelola
uang (sebagai alat tukar yang umum di dunia)
merupakan salah satu life skill yang menurut saya
sangat penting.
Dan skill/keahlian ini bukan dibebankan pada pihak
sekolah yang notabene –umumnya- hanya
mengajarkan matematikanya saja dan sedikit
konsep uang-harta di pelajaran agama. Jadi
mengajarkan dan meneladani anak mengenai
pengelolaan uang adalah tanggung jawab orang
tua.
Berikut ini adalah tahapan & tips mengajarkan
anak mengelola uang sejak dini :
1. Penjelasan konsep uang
Nah ini langkah awal yang utama. Muatan ajaran
nilai-nilai agama dimasukkan di sini. Jelaskan
beberapa hal seperti : Rezeki itu dari Allah ,
manusia menjemput rejeki tersebut dengan
berusaha.
Uang diperlukan untuk melakukan berbagai hal
seperti memenuhi kebutuhan hidup (makan,
minum, tempat tinggal), untuk sekolah, untuk
membantu orang lain, dll.
Jelaskan dengan contoh2 konkret yang anak
pahami (makanya saya paling seneng ajak anak2
saya ke pasar dan supermarket supaya mereka
belajar juga proses transaksi jual beli).
Manusia perlu uang untuk hidup tapi tidak boleh
dibalik hidup untuk uang, dst.
2. Ajarkan jenis-jenis pecahan uang sesuai usia.
Ibrahim sejak usia 3 tahun sudah belajar
membedakan koin penny, quarter, dollar dan uang-
uang kertas $1, $2, $5, dst. Kembali ke Indonesia
ya diajarkan lagi pecahan koin Rp 500, 1.000 ,
uang kertas 1.000 , 2.000 dst.
3. Ajarkan & teladani menyimpan dan meletakkan
uang dengan aman.
Yusuf sering careless alias ceroboh, sering taruh
uang sembarangan dan hilang. Saya bantu dengan
membelikan dompet dan setelah itu bila hilang ya
itu konsekuensi yang dia tanggung.
Untuk uang2 besar mereka titip ke Bank Bunda
(alias ke saya), kalau tabungan itu ada rekening
bank.
4. Libatkan anak dalam transaksi keuangan
dengan pihak lain.
Misalnya saat bayar ke tukang sayur, atau kasir
supermarket, selama tidak ada antrian di belakang,
biarkan anak yang memberikan uang dan
menerima kembalian bila ada.
Kadang sambil saya tes matematika
(pengurangan) : Yusuf, kita belanja 75 ribu, uang
yang kamu kasih nanti Rp 100 ribu, jadi berapa
kembalian yang nanti kamu terima?
5. Menjelaskan dan bantu anak membedakan Need
vs Want (Kebutuhan vs Keinginan).
6. Dari semua Need (Kebutuhan) tersebut bantu
anak menentukan skala prioritas. Biasanya need
ini berhubungan dengan keperluan sekolah,misalny
a satu set crayon, satu set pensil warna. Nah saya
tanya, kamu saat ini lebih penting pakai crayon
atau pensil warna?
7. Buat Wish List alias daftar keinginan anak
(wants), buat target2 yang perlu anak capai untuk
mendapatkan wants tersebut.
Misalnya : Bila Yusuf tamat hapalan Juz Amma dia
mau beli Nerf Gun. Target2 ini bisa jangka pendek,
bisa jangka panjang.
8. Jelaskan nilai setara dari keinginan anak (want)
dengan hal lain yang konkret.
Misalnya nih, suatu saat Yusuf pingin beli Nerf Gun
yang harganya bisa ratusan ribu rupiah. Misal Rp
200ribu. Saya bilang, dengan 200ribu Bunda bisa
beli seekor ayam kampung, sekilo daging sapi,
sayur mayur bisa untuk makan beberapa hari.
Penjelasan hal pembanding membantu anak pikir2
lagi apakah worth it mengeluarkan uangnya
sebesar itu dan memikirkan alternative lainnya.
9. Diskusikan berbagai hal yang dapat dilakukan
anak sesuai usianya untuk mendapatkan uang.
Hal-hal yang pernah dicoba misalnya anak
mendapatkan sekian $ untuk mem vakum area di
luar kamar mereka (kamar mereka merupakan
tanggung jawab mereka untuk membersihkan),
atau anak saya Yusuf yang menjual hasil
origaminya ke teman-temannya, juga
mengumpulkan botol bekas, kaleng bekas untuk
dijual ke Recycle/Bank Sampah.
Karena anak-anak sudah memiliki uang sendiri dari
berbagai sumber baik itu dari hasil usaha mereka
bekerja, jualan, dapat uang dari salam tempel,
dapat hadiah uang karena menang berbagai
lomba2, dll, saya tidak pernah memberikan uang
jajan kepada mereka (makanan ringan, makan
siang selalu saya siapkan home made).
10. Ajari anak pembukuan standar , yang dibagi
menjadi 4 pos :
a. Pos Pemasukan
b. Pos Pengeluaran
c. Pos Menabung / Investasi
d. Pos Sedekah
Di rumah saya ada spread sheet, kertas dengan
kolom2 di mana anak2 saya mengisi sendiri.
Misalnya mereka mau bawa uang Rp 5.000 karena
hari itu hari wirausaha (hari di mana kelas lain
jualan dan murid2 membeli) atau ya hanya ingin
bawa Rp 5.000 kadang-kadang ingin beli cemilan
di kantin sekolah.
Untuk pos sedekah, sudah dirutinkan paling tidak
setiap Jumat sedekah sambil sholat Jumat ke
masjid.
Untuk pos Menabung/Investasi, bagian investasi
masih PR saya n suami untuk memikirkan bersama
sesuai usia mereka apa yang dapat dilakukan
selain jualan.
Kami sudah menjelaskan konsep jualan yaitu
perlunya modal dan bagaimana menetapkan harga,
target jualan sehingga mendapatkan keuntungan.
Secara berkala saya dan anak2 duduk bersama
membahas status keuangan mereka, jadi berapa
“saldo” mereka masing2.
Semoga bermanfaat,mohon maaf kalau masih
kurang tepat, masih belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar