Jumat, 08 Agustus 2014
Ramadhan bukan Akhir Perjalan
Kemana perginya komitmen kita, kemana perginya semangat kita
Ramadhan begitu berlari-lari tanpa kenal lelah namun kenapa sekarang bel berlari pun sepertinya lelah selalu membayangi.
Ramadhan bukan akhir dari perjalanan kita.
Klo berakhirnya Ramadhan diganti dengan bulan syawal, yaitu iedul fitri seharusnya kita tetap dalam fitrah kita sebagai muslim.
Apa sajakah janji yang telah kita buat sebagai seorang muslim?
Ramadhan bukan akhir dari perjalanan kita.
Apa yang kita harapkan sesungguhnya dari Ramadhan? Sekedar penghargaan karena aku lebih dari dia atau apa..
entahlah aku tak mengerti, yang ku mengerti saat ini aku sedang kecewa dengan sekitar dan diriku
begitu cepatnya semangat ini datang dan pergi
memang yang ku tau semangat itu fluktuatif (naik turun), agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, agar kita tidak sombong riya ujub dengan setiap apa yang kita lakukan, agar kita selalu sadar bahwa ada yang Maha segalanya. bukan bukan kita pastinya hanya Allah pemilik semesta
Semangat dengan 11 bulan berikutnya #afterRamadhan semoga tetap istiqomah dengan keIslamanmu, semoga semakin bermanfaat bagi orang lain, apabila terjadi keFuturan dalam diri semoga tidak terlalu jauh.. Ya Allah aku berlindung padaMu dari rasa sombong, malas, kikir, hasud, hasad, ingin dipuji... aamiin
Sabtu, 19 Juli 2014
Biarkan aku cicil untuk bapak dan ibu
Ya Allah kapan aku bisa memberi ibu dan bapak hal yang sama? Mahkota yang terbuat dari cahaya, mahkota yang dijanjikan Allah untuk para penghafal Al-quran di alam akhirat, alam nan kekal. Aku iri ya Allah.
Menghafal sejatinya memang tidak mudah, tetapi juga bukan hal yang tidak mungkin.
"Dan telah Aku mudahkan Al-quran untuk dihafal dan dipelajari."
Ya Allah aku pingin jadi hafizhah. Aamiin. Tahun depan insyaAllah hafalanku lebih baik lagi. Aamiin. Biarkan aku cicil mahkota untuk bapak dan ibu. Walau hari ini baru menamatkan level tahsinku, aku yakin aku bisa, bismillah.
@Sudut stasiun depok baru, setelah wisuda utsmani 21 Ramadhan 1435 H
Senin, 14 Juli 2014
apa ini?
ternyata hasil edit blog terakhir kali lewat PC buat blog saya susah dibaca. niatnya sih pengen buat keren kayak orang-orang yang tulisan di blognya udah pada bagus dan banyak eh ternyata. saya yang punya aja susah baca. yeay, lets change for new font. semoga lebih bermanfaat.
Jumat, 06 Juni 2014
JIKA NANTI JADI IBU
Tausyiah ODOJ 2468
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, Ketahuilah bahwa telah lama umat menantikan ibu yang mampu melahirkan pahlawan seperti Khalid bin Walid. Agar kaulah yang mampu menjawab pertanyaan Anis Matta dalam Mencari Pahlawan Indonesia: “Ataukah tak lagi ada
wanita di negeri ini yang mampu melahirkan pahlawan?
Seperti wanita-wanita Arab yang tak lagi mampu
melahirkan lelaki seperti Khalid bin Walid?”
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Asma’ binti Abu Bakar yang menjadi inspirasi dan
mengobarkan motivasi anaknya untuk terus berjuang melawan kezaliman. “Isy kariman au mut syahiidan!. (Hiduplah mulia, atau mati syahid!),” kata Asma’ kepada
Abdullah bin Zubair. Maka Ibnu Zubair pun terus bertahan dari gempuran Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi, ia kokoh mempertahankan keimanan dan kemuliaan tanpa mau tunduk kepada kezaliman. Hingga akhirnya Ibnu Zubair syahid. Namanya abadi dalam sejarah syuhada’ dan kata- kata Asma’ abadi hingga kini.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya. Saat itu sang anak masih remaja. Usianya
baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang
panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang
badar. Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih. Namun sang
ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada
Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang
lain. Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya,
kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa
tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid
dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama
hadits dan imam Madzhab.
Ia tidak lain adalah Imam
Ahmad.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan
Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya
Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah
keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, amin!”. Doa-doa itu tidak sia-
sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai
cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia
menanamkan cita-cita ke
dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram,
dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai
cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”,
katanya memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman,
sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil
haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam
masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama
Abdurrahman As-Sudais.
Jika suatu saat nanti kau jadi ibu, jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses.
Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri. Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor,
bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim
penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.
Sumber : Sofia Laksmi El Hubb
MENIKAH ADALAH
Bukan sekedar pesta yang riuh oleh kerabat, relasi penting ,bukan ajang pamer tamu kehormatan, panggung megah, dekorasi wah atau pesta yang meriah..
Menikah...
Bukan sekadar membentuk tim kerja untuk menghasilkan uang untuk membeli segala jenis harta yang melimpah..
Bukan sekedar sarana belajar memasak,
menjahit bagi istri dan sarana belajar
membetulkan peralatan listrik bagi suami..
Menikah...
Bukan sekedar menyamakan hobi dan
kegemaran sehingga sampai ada adagium
humor: Kalau dua-duanya doyan musik,
berarti ada gejala bisa langgeng..
Kalau sama-sama suka seafood berarti
masa depan cerah...
(That simple ?!
Menikah bukan sekedar itu…
Menikah berbeda dengan perumpamaan
sepasang sandal, yang hanya punya aspek
kiri dan kanan..
Menikah adalah penyatuan dua manusia..
pria dan wanita.
Dari anatomi saja sudah tidak sebangun,
apalagi urusan jiwa dan hatinya...
So, Menikah adalah ...
Menyatukan dua isi kepala, dua ide, dua
impian menjadi sesuatu yang besar -
Bermakna - tak hanya untuk kita,pasangan
dan keluarga namun juga untuk orang lain
di sekitar.
Menikah adalah...
Memutuskan berlabuh di satu pantai, ketika
ratusan kapal pesiar gemerlap memanggil-manggil...
Menikah adalah..
Cara meraih sempurnanya agama, hingga menikah dikatakan sempurna menjalani setengah dien..
Menikah adalah...
Keberanian untuk menerima segala
kelebihan dan kekurangan pasangan.
Memupuk toleransi tingkat tinggi dan
memaklumi pasangan apa adanya.
Menikah membutuhkan kelapangan hati
untuk melebur kata ‘aku’ dan ‘kamu’
menjadi ‘kita’..
Menikah adalah..
Proses pendewasaan seseorang untuk lebih
berani mengambil sikap dan memutuskan
bahkan untuk urusan terkecil sekalipun.
Kerjasama hebat untuk bergerak, bersinergi untuk mendapatkan tiket surgaNya.
Menikah adalah..
Universitas kehidupan dimana cobaan
materi, hati, iman adalah ujiannya.
Menikah adalah..
Belajar memaafkan dan belajar berkata
“baiklah, itu salahku, akan kucoba
memperbaikinya” .
Belajar berkomunikasi dua arah, dimana
kita tidak berbicara :
” Kamu harus mengerti keinginanku!’,
namun harus berani bicara “aku memahami
kamu, aku memahami apa yang kamu mau
dan cita2kan, mari bersama membangunnya”
Menikah..
Mengajari kita begitu banyak tentang
hidup, tentang bagaimana mencintai Allah dengan sempurna melalui kecintaan kita
pada pasangan...
Semoga setiap kita meraih pernikahan
berkah..Aamiin..
Copas dari grup ODOJ523 #Nadya
Minggu, 01 Juni 2014
Someday i can
Tangan terasa kaku.. Antara pengalaman pertama gendong dede dan takut buat dede gk nyaman 'kecengklak'..
Dede mima maafin ammah yaa..
Sebetulnya bukan pengalaman pertama tapi udah yang ketiga kalinya, tapi karena gak terbiasa jadinya tetap kagok and gerogi.
#persiapan :)
Kamis, 08 Mei 2014
Jadi Angker (anak kereta)
'bisa karena terbiasa', iya banget. Pertama kali jadi angker mungkin hampir 8 bulan yang lalu merasa hopeless banget. Penuh. Gangguan. Yaaa begitulah kehidupan angker, selalu di PHP in kereta (tapi ya kok seneng banget naiknya, sampe ditunggu2..)
Semangat awal jadi pegawai (tjieh), berangkat ceritanya udah pagi dianterin pula. Eh gak tau strategi alhasil gak bisa masuk kedalam kereta dan kesiangan juga sampe kantor, nasib2.. -,-
Yaaa kata orang dorong aja klo mau masuk (mana tega lagian gak kuat dorong2an). Gak papa deh namanya juga belum terbiasa.
Dilain waktu mencoba strategi yang berbeda, naik dr stadebar alhamdulillah disini kebagian masuk (oh ternyata harus naik kereta balik, noted!). Sampe kantor :) (re: ceria)
Masih tahap penyesuaian, sampe stasiun d jam yang sama tapiiii.. Gangguan.. 'Kereta balik tidak diberangkatkan' + 'antrian d manggarai' + 'gangguan wesel d gambir' >.< ( what a good day lah ya). #sabar
Udah dalem kereta
Setelah 8 bulan berlalu dan semua itu terasa menyenangkan. Masalah gangguan, gak bisa masuk kedalam kereta, gak dapet tempat duduk keijek, kedorong, dllllll.. Alhamdulillah banget masih merasakan hal-hal unik lucu kayak gini. Bener2 diuji kesabaran, keikhlasan, kepedulian terhadap sesama, keberanian, kekuatan, semuanya.
Enjoy your commuterline and respect each other (please!) :)
@cikini station