Minggu, 13 Mei 2018
Tentang waktu
Kelakuan Bodoh
.
Kembali rasa ingin tahuku meluap
Sesekali ku intip account social medianya
Entah apa yang ku cari, sekedar membaca tulisan2nya atau ingin tahu apa yang sedang dikerjakanya
.
Memang siapa dia? Kenal pun tidak, lantas kenapa rasanya ingin mengintip apa yang dia kerjakan, apa untungnya?
.
Dalam hati kecil terdalam nampaknya masih ada pengharapan
Berharap apa? Bukannya sudah selesai
Sepertinya setan sedang mengelabui diriku
Tdk ada penyesalan apabila kamu telah mengikhlaskan yang telah terjadi
Tidak ada pengharapan sia-sia klo kau letakkan pengharapan hanya kepada sang pencipta
.
Saranku terhadap kau diriku
Hentikanlah kelakuan bodohmu itu
Mungkin Allah sedang mengujimu
Apakah kau benar2 hanya berharap padaNya atau kau masih menaruh pengharapan pada yang lain, makhlukNya
.
.
Let's move
Senin, 16 November 2015
Egois? NO
"Apa urusan lo suka2 gue, klo lo suka sini klo gak sana!"
.
Sepenggal kalimat yang sering dilontarkan
.
Klo saja hidup dianggap menyenangkan dengan sikap acuh tak acuh kita terhadap sekitar, mungkin saja dakwah ini tidak diperlukan atau bahkan saat dakwah itu ada mungkin dia sudah mati sejak lama
.
.
Banyak yang belum paham, atau tidak mau memahami
.
EGOIS
.
Manusia itu tempatnya salah, tempatnya ketidak sempurnaan. Boleh jadi saat ini kita berada disisi yang berbeda tapi belum tentu yang berada disisi berbeda itu selalu salah, bisa saja saat itu kita yang salah.
.
INTROSPEKSI DIRI
.
Berlapang hatilah menerima kritik dan saran dari sekitar kita selama kritik dan saran itu membangun. Apabila itu menjatuhkanmu maka tegurlah dengan cara yang baik. Bukankah kita diperitahkan saling menasehati dalam kebaikan? (QS. 103 ayat 3)
.
Saat kau memaki orang lain sadarlah sesungguhnya kau sedang memaki dirimu sendiri dan begitu pula sebaliknya saat kau memuji
Karena lingkungan kita adalah cerminan diri kita
Rabu, 15 Juli 2015
:: DETIK TERAKHIR ::
"Celaka seseorang yang memasuki bulan Ramadhan kemudian Ramadhan itu berlalu namun dosanya tidak diampuni oleh Allah."
(HR. Tirmidzi)
Sadarkah kita sisa waktu kita kurang dari 24 jam lagi?!
Jika hilal terlihat, maka Ramadhan akan berlalu tepat dengan tenggelamnya mentari esok hari.
Masihkah kita tenggelam dalam eforia kemenangan yang belum nyata?!
Segarkan lagi ingatan kita... Berapa dosa yang kita lakukan di bulan suci ini??
Benar...kita berpuasa, namun apakah kita mempuasakan tubuh kita dari dosa?
Benar... kita telah tarawih, namun berapakah tarawih yang kita lakukan dengan khusyu'?
Benar... kita telah mengkhatamkan alquran, tapi berapa ayat kah yang berhasil kita resapi dan tuangkan dalam kehidupan sehari-hari?
Masih layakkah kita merayakan hari kemenangan di esok lusa?
Saudaraku, jangan berkecil hati...
Hidupkanlah malam terakhir ini dan yakinlah dengan sabda sang Nabi:
"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung akhirnya".
(HR. Bukhari)
Perbanyaklah beristigfar dan panjatkanlah:
"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku."
Iringilah malam ini dengan doa:
"Robbana... Taqobbal minna.."
"Ya Allah, terimalah amal ibadah kami."
Dan optimislah dengan firman-Nya:
"Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan kabulkan."
(QS. Ghafir: 60)
Kita memiliki Rabb Yang Maha Pengampun dan Penyanyang, namun Yang Maha Pengampun ini meminta kita berjuang sampai akhir.
Lakukan apapun agar dosa diampuni!!!
Juara sejati tidak akan berhenti berlari sampai ia menyentuhkan kakinya di garis finis.
Saudaraku...
Jadikanlah akhir ramadhan sebagai momentum ketaqwaan sampai akhir hayat nanti!
👤 Ustadz Nuzul Dzikri
#notemyself😭😭😭
Rabu, 13 Mei 2015
FOKUSLAH PADA SATU HAL
Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.
Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.
Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.
Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu?
Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain
👤 Ustadz Musyaffa Ad Dariny
#CendikiawanMuslim
======================================
Official Account Islam Itu Indah
http://line.me/ti/p/%40uan9552v
Sahabat Dakwah Islam yang memiliki Istagram bisa follow ig Dakwah Islam : @dakwahislam1
Semoga bisa terus memberikan inspirasi dan ilmu kepada sahabat semua. Aamiin... ☺
www.instagram.com/dakwahislam1
Cara Mengatasi dan Mencegah Hipotermia di Gunung beserta gejalanya.L
Hipotermia, salah satu musuh terbesar bagi para pendaki gunung atau para pecinta alam bebas bersuhu ekstrim.Hipotermia memang menjadi ancaman terbesar bila kita mendaki gunung. Perlengkapan yang tidak safety dan apa adanya, logistik yang minim, fisik yang tidak fit, cuaca buruk adalah hal-hal yang bisa menimbulkan hipotermia atau kehilangan suhu tubuh.
Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.[1] Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.
Hipotermia sebenarnya bisa diatasi bahkan bisa dicegah bila kita mengikuti prosedur keselamatan yang benar. Banyak kasus hipotermia di gunung berakibat fatal yaitu meninggal dunia karena kurang pahamnya pendaki akan cara mengatasinya. Bahkan para pendaki pemula sering sekali meremehkan gunung yang akan didakinya dengan tidak membawa peralatan yang memadai seperti pakaian hangat dan sleeping bag.
Hipotermia di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun saat istirahat atau berkemah. Namun kebanyakan kasus hipotermia terjadi saat istirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas ditambah hal-hal lain yang mendukung proses terjadinya hipotermia tersebut seperti pakaian yang basah, hujan, perut kosong, dan lain-lain.
Menurut sebagian orang, gejala hipotermia sangat mirip dengan orang yang kesurupan yaitu bicaranya ngelantur/tidak jelas. Berikut gejala-gejala hipotermia :
Hipotermia ringan :
- Penderita berbicara ngelantur/tidak jelas
- Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas.
Hipotermia sedang :
- Detak jantung melemah
- Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)
Hipotermia parah :
- Penderita tidak sadarkan diri
- Badan menjadi kaku sekali
- Pernafasan sangat lambat dan hampir tidak kentara
Cara mengatasi :
1. Pastikan pakaian penderita kering. Bila basah ganti dengan yang kering.
2. Berikan minuman hangat dan manis seperti teh hangat atau cokelat hangat agar suhu cepat meningkat.
3. Jangan sampai penderita tidak sadarkan diri, sebisa mungkin penderita dalam keadaan sadar kalau perlu pukul-pukul wajahnya (jangan terlalu keras pastinya)
4. Masukkan penderita dalam sleeping bag, sedangkan teman-teman yang lain membantu memeluknya agar lebih hangat. Dalam keadaan darurat, lepas semua pakaian bagian atas penderita dan peluk penderita dengan erat (orang yang memeluk harus dalam keadaan tidak berpakaian juga, kulit ketemu kulit), hal ini dilakukan agar suhu panas si pemeluk langsung mengalir ke penderita.
5. Buatlah api unggun di sekitar penderita, agar segera mendapat udara panas dari luar.
Cara mencegahnya :
1. Gunakan perlengkapan mendaki gunung sesuai prosedur pendakian seperti jaket gunung, celana quickdry, sleeping bag, sarung tangan, kaos kaki, logistik yang cukup, dan yang paling penting adalah jas hujan.
2. Jangan menggunakan celana jeans karena akan sulit kering bila terkena air (hujan).
3. Segera ganti bila pakaian telah basah oleh keringat maupun hujan.
4. Bila beristirahat, jangan berdiam diri usahakan berbaur dengan yang lain dengan cara memasak, minum kopi dan lain-lain.
5. Sebelum tidur, pakailah semua perlengkapan dengan benar seperti jaket, kaos kaki, sarung tangan, kalau perlu tidur saling berdempetan agar lebih hangat.
Hipotermia bisa dicegah dan diatasi bila kita lebih peduli pada diri kita. Be smart hiker guys.....
Kamis, 12 Maret 2015
Kisah Inspiratif
Seorang ikhwah yg anak perempuannya meninggal umur 15 thn lebih pada tgl 23 februari 2015 sekitar 15 menit sebelum magrib di ponpes Imam Ahmad bin Hambal SEMARANG
Dlm keadaan menuntut ilmu dan puasa daud......
Bismillah, beberapa tulisan di BUKU CATATAN Anakda "Aisyah" Rahimahalloh yg mungkin bisa jadi nasehat dan pelajaran bagi kita para org tua & kpd anak2 kita, agar kita semua senantiasa ikhlash dan bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu agar kita dpt meraih Ilmu yg Nafi', semoga Alloh menolong kita utk meraih kemenangan ketika akan meninggalkan dunia yg fana ini dlm keadaan Husnul Khotimah & meraih kebahagian yg hakiki, masuk Syurga...آمين
Dia ananda Aisyah menulis begini:
1. Abi... Jika angin berhembus membawa cerita, bumi yg bergetar tanda bencana, awan berkabut hitam tanda bahaya... Maka, ketika aku terdiam di dekat pintu, tanpa berfikir waktu menanti kepulanganmu adalah tanda bahwa aku sangat sayang kepadamu. Aku sayang kepadamu Abi bukan krn engkau pemilik harta yg melimpah, rumah yg sangat mahal lagi megah, kedudukan yg tinggi ... Aku menyayangi Abi krn ALLOH...Aku hanya memiliki seorang Abi...Dan aku tdk ingin kehilangan yg sangat berharga dan satu-satunya di dunia dan di akhirat... Yang aku harapkan dpt mengecup keningku dgn kasih sayangmu...
2. Ummi, sungguh bahagianya diriku mempunyai seorg ummi sepertimu. Engkau yg tdk pernah mengajariku berbohong & tdk pernah mengajariku perbuatan tercela . Engkau yg selalu berdo'a untukku, semga aku menjadi anak yg sholihah, menjadi seorg anak yg taat kpd perintah Alloh dan Rosul Nya.
Ummi izinkan aku dan anak-anak ummi yg lain membuka pintu syurga dengan senyum keridhoanmu & mengunci pintu neraka rapat-rapat dgn maaf, do'a & kasih sayangmu .
Dan semoga Alloh mengumpulkan kita di syurgaNya yg penuh dengan kenikmatan dan keridhoanNya..
3. Ummi...Izinkan aku menangis jika air matamu terjatuh krn kedurhakaanku. Kedua tanganmu memelukku krn kerinduanmu padaku, bibir dan lisan mu yg kau basahi dgn dzikir dan doa demi mengharapkan kesholihan agama akhlaqku.
4. Ummi sayang, dengarlah sesungguhnya buah hatimu ini tdk pernah berharap ketika ia besar nanti, ia menjadi seorang sarjana yg berbangga diri krn telah tercapai cita citanya. Karena sesunggunya cita citanya yg paling tinggi adalah bisa melihat senyum indahmu ketika berada disisimu & didekapan dadamu & ketika air mata terjatuh krn rindu akan cinta & kasih sayangmu...
5. Ummi... Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang dan terasa akan berhenti, saraf dlm tubuhku mulai merasakan sakit yg tdk akan terobati. Denyut nafas dlm jiwaku mulai terasa berhenti maka, hanya kalimat maaf yg msh terlantum lembut dari lubuk hati kecilku ini. Untuk mu seorang ummi penuh kasih dan cinta yg telah memberikanku kecupan di pipi...
6. "Dahi ini tak mampu terangkat, Lutut ini tak mampu lagi menumpu, Mata ini tak mampu lagi membendung. Rabb aku Rindu. Aku ingin Pulang. Pulang ke rumah-Mu (Al Jannah)". "Aku cinta keluargaku, Semoga aku bisa ketemu keluargaku lagi di Surga".
😪😪😪