Minggu, 13 Mei 2018

[REPOST] Berbaik Sangkalah Saudaraku

Ust. Muhammad Harry Naldi
(1) Kita tidak bisa membaca hati manusia, apalagi hanya dari dunia maya.
(2) Belum tentu orang yang menuliskan rutinitas amalnya adalah riya’. Bisa jadi ia berniat menyemangati kawannya.
(3) Belum tentu orang yang mengabarkan rizqi yang diterimanya adalah berbangga-banggaan dengan harta. Bisa jadi, ia ingin menyiarkan syukur atas karunia-Nya.
(4) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(5) Mereka yang menuliskan pengalamannya di sosial media, belum tentu ingin menjadi selebritis dunia maya. Bisa jadi ada inspirasi yang hendak dibagikannya.
(6) Mereka yang mengabarkan sedang mengisi kultum entah di mana, belum tentu ingin dipuji amal dakwahnya. Bisa jadi ia ingin memberi harapan pada rekannya, bahwa di sana dakwah masih menyala.
(7) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(8) Mereka yang menyampaikan secuplik ilmu yang diketahuinya, belum tentu ingin diakui banyak ilmunya. Bisa jadi ia terpanggil untuk menyampaikan sedikit yang ia punya.
(9) Mereka yang gemar mengkritisi kekeliruan yang dilihatnya, belum tentu merasa dirinya paling benar sedunia. Bisa jadi, itu karena ia sungguh mencintai saudaranya.
(10) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(11) Mereka yang gemar menuliskan apapun yang dipikirkannya, belum tentu ingin diakui sebagai perenung berwibawa. Bisa jadi, ia adalah pelupa, dan mudah ingat dengan membagikannya.
(12) Mereka yang selalu merespon apa yang dilihatnya, belum tentu ingin eksis di dunia maya. Bisa jadi ia memang senang berbagi yang dia punya.
(13) Isi hati adalah misteri, maka baik sangka lebih terpuji.
(14) Tapi baik sangka, tak berarti membiarkan kawan-kawan melakukan sesuatu yang nampak keliru di mata kita.
(15) Baik sangka, harus disertai dengan saling mengingatkan agar tidak tergelincir niatnya, agar tidak terhapus pahala amalnya.
(16) Isi hati adalah misteri. Namun apa yang nampak keliru di mata kita, di situlah tugas kita untuk meluruskannya.
(17) Baik sangka itu menentramkan. Namun, saling mengingatkan juga merupakan kebutuhan.
(18) Baik sangka itu indah, tapi bukan berarti membiarkan saudara terlihat salah.
(19) Baik sangka, dan nasihat-nasihati adalah kewajiban sesama muslim.
(20) Semoga kita bisa senantiasa belajar bersama.
Selamat berbaik sangka 

[RESHARE] NASEHAT SEORANG AYAH UNTUK ANAK GADISNYA

(Jamil Azzaini)
“Anakku, saat kau jatuh cinta, kau tetap tak boleh pacaran.
Biarkan kau tetap terbungkus rapi & kulit lembutmu hanya boleh disentuh oleh suamimu.
Ketahuilah bila kau jatuh cinta dengan seseorang, belum tentu itu jodohmu.
Maka tetap mintalah kepada yang Maha Tahu untuk diberi jodoh terbaik bagimu.
Ketahuilah, wanita yang hebat itu yang menyayangi anak2nya dan itu dibuktikan dengan mencarikan ayah yang tepat buat anaknya. Ayahmu ini berharap, kau termasuk di dalamnya.
Anakku, apa yang kau harapkan belum tentu kau dapatkan. Ingatlah rencana Allah adalah rencana terbaik dibandingkan rencana terbaik seluruh penduduk bumi sekalipun.
Agar kau diberi “pangeran” terbaik, tugasmu hanya memantaskan diri & minta kepada Allah.
Semakin kau sering mengadu & dekat kepada Allah maka Dia akan mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu.
Jangan ragu, Dialah yang Maha Tahu jodoh terbaikmu.
Bila sebelum Subuh kau selalu menangis kepada-Nya, tak mungkin Dia tega memberi “pangeran” yang tak bermutu kepadamu.
Walau kau jatuh cinta, jangan serahkan hatimu kepada lelaki itu, karena boleh jadi menurut Allah dia bukan “pangeranmu”.
Tetaplah serahkan hatimu kepada Allah & setelah Allah kirim “pangeran” kepadamu, baru serahkan hatimu kepada “pangeran” itu.
Air matamu di hadapan Allah & kesabaranmulah yang membuat Allah mengirimkan
“pangeran” terbaik untukmu.
Bukti bahwa kau wanita hebat, kau tetap lebih sering mengingat Allah dibandingkan lelaki yang kau jatuh cintai.
Bila Allah yang dihatimu, Dia akan kirimkan “pangeran” original kepadamu.
Namun bila kau menjauh, Allah akan kirim pangeran KW-3 bahkan mungkin KW-10 kepadamu. Dan itu akan menyiksa hidupmu & berkuranglah rasa banggaku kepadamu.
Anakku, lelaki yang cocok buat anak2mu adalah yang
berani datang menemui ayahmu untuk melamarmu & bukan yang pandai memainkan perasaanmu.
Percuma bila ada lelaki yang kau cintai tetapi dia tak punya nyali bertemu dengan ayahmu.
Saat ini ayahmu hanya bisa berdo'a agar Allah mengirimkan “pangeran” terbaik untukmu.
Dan semoga yang dikirim oleh Allah adalah lelaki yang telah membuat kau jatuh cinta.
Terakhir, Ingatlah selalu kebiasaan di keluarga kita : Allah dulu, Allah lagi & Allah terus.
Semoga kau menjadi kekasih Allah sehingga kau dikirimi kekasih terbaik menurut Allah & juga menurutmu.
Anakku, bapak percaya padamu & sepenuh hati mencintaimu …”
Aamiin YRA

Tak Putus Berharap Kepada Allah

April 24, 2013 at 4:37pm
Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

Pernah mendengar motivasi seperti ini? "Semua tergantung pada Anda. Bergantunglah pada diri sendiri. Andalah yang menentukan." Tampaknya kalimat ini sangat bagus, tetapi jika kita mengingat do'a yang diajarkan oleh Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam, justru kita mendapati tuntunan yang berkebalikan dengan motivasi tersebut.
Mari kita ingat sejenak do'a berikut:
"اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ"
"Ya Allah, rahmat-Mu yang kuharapkan. Maka janganlah Engkau jadikan aku bergantung kepada diriku sendiri, walaupun hanya sekejap mata. Dan perbaikilah seluruh keadaanku. Tidak ada yang berhak diibadahi melainkan Engkau." Do'a dari hadis shahih riwayat Abu Dawud.
Do'a yang diajarkan oleh Rasulullah shallaLlahu 'alaihi wa sallam ini mengingatkan kita kepada do'a lainnya riwayat Tirmidzi dan Ahmad:
"اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ"
"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkanlah aku dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkanlah (kayakan) aku dengan keutamaan rezeki-Mu sehingga tidak perlu aku kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).
Keduanya adalah do'a. Sebuah do'a, di satu sisi adalah permohonan kepada Allah Jalla wa 'Ala. Di sisi lain, ia adalah ikrar kepada Allah Ta'ala. Kedua do'a tersebut mengajarkan kepada kita untuk berusaha dengan sungguh-sungguh seraya memohon pertolongan kepada Allah Jalla wa 'Ala agar tidak bergantung kepada siapa pun, selain hanya kepada Allah Ta'ala. Bahkan kepada diri sendiri pun, tidak bergantung kepadanya.
Kita masing-masing akan mempertanggung-jawabkan seluruh amal kita, zahir maupun batin. Tetapi ini bukan berarti perintah untuk bergantung kepada diri sendiri. Sungguh, di antara ketergelinciran manusia adalah menjadikan diri sendiri sebagai tempat bergantung. Ia melihat kuatnya kehendak dan pikiran sendiri sebagai penentu segala sesuatu. Ia lupa kepada Yang Menggenggam Hati, Allah Ta'ala.
Sebagian manusia melihat peristiwa-peristiwa alam yang luar biasa, lalu ia merasa kecil di hadapan alam semesta, kemudian tunduk kepadanya. Dan di antara manusia ada yang menjadikan diri sendiri serta alam semesta sebagai kekuatan terbesar yang amat menentukan. Astaghfirullahal 'adzim. Semoga Allah Ta'ala melindungi kita dari terkelabuinya diri (ghurur) terhadap apa yang tampaknya benar, tetapi hakekatnya sangat batil.
Maka, marilah kita tak bosan-bosan memanjatkan do'a sepenuh kesungguhan seraya menghayati apa yang kita mintakan kepada Allah Ta'ala:
"اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ"
"Ya Allah, tunjukkan kepada kami bahwa yang benar itu benar dan berikanlah rezeki kepada kami kemampuan untuk mengikutinya Dan tunjukkan kepada kami bahwa yang salah itu salah, dan berikan rezeki kepada kami kekuatan untuk menjauhinya."
Inilah do'a memohon perlindungan agar tak tertipu persepsi diri sendiri http://www.facebook.com/notes/mohammad-fauzil-adhim/agar-tak-tertipu-persepsi-diri-sendiri/458077510908049
Sesungguhnya persepsi tak mengubah realitas. Disebabkan oleh persepsi, apa yang benar dapat tampak batil di mata kita. Begitu pun sebaliknya, apa yang batil dapat saja tampak benar. Dan jalan yang membawa kita pada kejayaan di dunia dan keselamatan di akhirat hanyalah jalan yang sungguh-sungguh benar.
Maka, yang paling penting dalam menjalani hidup ini bukanlah persepsi kita, tetapi pengetahuan, pemahaman dan ketundukan hati untuk jalan yang lurus; kebenaran yang benar-benar sesuai tuntunan. Bukan kita mempersepsi benar, padahal batil. Ini mengharuskan kita untuk senantiasa belajar mengilmui apa yang kita lakukan, terlebih dalam masalah agama. Tanpa mengilmui, kita hanya akan mengikuti persangkaan (zhan) semata.
Do'a ini juga sekaligus pelajaran kepada kita bahwa kebenaran itu ada, kebatilan itu ada. Jalan yang lurus itu ada, jalan sesat pun ada. Sungguh, siapa yang sesat akan celaka untuk selama-lamanya. Amat besar kerugiannya. Maka kita berdo'a kepada Allah Ta'ala, setiap hari, agar ditunjuki jalan yang lurus (shiratal mustaqim). Bukan jalan mereka yang dimurkai. Bukan pula jalan mereka yang sesat.
Marilah kita renungkan sejenak do'a yang kita ucapkan setiap kali kita shalat, dalam surat Al-Fatihah yang kita baca di setiap raka'atnya:
اهدنا الصراط المستقيم
"Tunjukilah kami jalan yang benar."
صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين
"(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka. Bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat."
Maka, bagaimana kita merasa telah mendirikan shalat dan menegakkannya, jika kita mengingkari ada yang lurus dan ada yang sesat?
Bukan hak kita untuk menganggap sesat kepada siapa pun yang kita kehendaki. Tapi bukan hak kita juga untuk membantah Allah Ta'ala terhadap apa yang dinyatakan-Nya sebagai sesat dan dimurkai. Maka, sepatutnya kita mengilmui tentang jalan yang lurus dan jalan yang sesat.
Semoga kita tidak termasuk golongan yang mendukung kesesatan, padahal telah nyata kesesatannya. Semoga pula kita tak termasuk yang merasa diri sendiri sebagai yang paling benar. Sembari berusaha untuk menapaki jalan yang benar, kita telisik diri barangkali amat banyak kesesatan dalam diri kita yang berkerak. Sedemikian tebalnya kerak kesesatan itu dalam diri kita sehingga meradang jika diingatkan.
Berhati-hatilah dari terhadap mudah tersinggungnya diri saat ada yang membicarakan kesesatan. Di antara sebab terjatuhnya seseorang menjadi liberal adalah karena amat tak suka mendengar kata sesat, lalu tergelincir lebih jauh sehingga menganggap semua agama benar.
Jika ada perbedaan pendapat, maka marilah kita belajar bertutur dengan hujjah yang jelas, penjabaran yang tuntas dan penuturan yang baik. Marilah kita kenang betapa cantik cara Imam Syafi'i berbeda pendapat dengan guru maupun muridnya. Inilah berhimpunnya faqih dan taqwa.
Allah Ta'ala Yang Maha Tahu. Nasehati saya dengan kebenaran, kesabaran dan kasih-sayang. Tawashau bil haq, wa tawashau bish-shabr, wa tawashau bil marhamah.

Jangan Cepat Judgemental


Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Hasan al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.
Kemudian Hasan berbisik dalam hati,
"Alangkah buruk akhlak orang itu dan baiknya kalau dia seperti aku!".
Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam.
Enam dari tujuh penumpang itu berhasil diselamatkan.
Kemudian dia berpaling ke arah Hasan al-Basri dan berkata,
"Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, maka dengan nama Allah, selamatkan seorang lagi yang belum sempat saya tolong. Engkau diminta untuk menyelamatkan satu orang saja, sedang saya telah menyelamatkan enam orang".
Bagaimanapun Hasan al-Basri gagal menyelamatkan yang seorang itu. Maka lelaki itu berkata padanya,
"Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak".
Hasan al-Basri terpegun lalu berkata,
"Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi dari bahaya tenggelam ke dalam sungai, maka selamatkanlah saya dari tenggelam dalam kebanggaan dan kesombongan".
Lelaki itu menjawab,
"Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan".
Semenjak itu, Hasan al-Basri semakin dan selalu merendahkan hati bahkan ia menganggap dirinya sebagai makhluk yang tidak lebih daripada orang lain.
Jika Allah membukakan pintu solat tahajud untuk kita, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang sedang tertidur nyenyak.
Jika Allah membukakan pintu puasa sunat, janganlah lantas kita memandang rendah saudara seiman yang tidak ikut berpuasa sunat.
Boleh jadi orang yang gemar tidur dan jarang melakukan puasa sunat itu lebih dekat dengan Allah, daripada diri kita. Ilmu Allah sangat amatlah luas...
Jangan pernah ujub & sombong pada amalanmu.
Mudah2an cerita ini sbagai Pengobat jiwa agar kita terhindar dri
sifat mazmumah walau sehebat manusia.
moga kita trhindar dr sikap bangga diri,sombong,ujub dgn amalan kita sendiri. sekali2 jgn prnah brkata
"Aku lebih baik drpd kamu"
Yang singkat itu - "waktu"
Yang menipu itu - "dunia"
Yang dekat itu - "kematian"
Yang besar itu - "hawa nafsu"
Yang berat itu - "amanah"
Yang sulit itu - "ikhlas"
Yang mudah itu - "berbuat dosa"
Yang susah itu - "sabar"
Yang lupa itu - "bersyukur"
Yang membakar amal itu - "megumpat"
Yang ke neraka itu - "lidah"
Yang berharga itu - "iman"
Yang mententeramkan hati itu - "teman sejati"
Yang ditunggu Allah S.w.t itu -"taubat"
(Imam Al Ghazali)

Tentang waktu

M. Anis Matta

Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena "satuan waktu" yang mereka gunakan juga berbeda. Itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka waktu adalah masa kerja. Waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Orang-orang beriman membagi waktu - seperti juga hidup – ke dalam waktu dunia dan waktu akhirat. Itu 2 sistem waktu yang sama sekali berbeda. Waktu dunia adalah waktu kerja. Waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia. Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja. 1 unit waktu harus sama dengan 1 unit amal. Persamaan itu, 1 unit waktu sama dengan 1 unit kerja, membuat hidup kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!
Tidak ada hal yang paling tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam hidup orang beriman selain waktu luang. Itu hidup yang tidak terencana. Waktu luang lahir dari pikiran dan jiwa yang kosong, yang tidak punya daftar pekerjaan yang harus dieksekusi. Hidup mereka longgar tak bernas. Mereka yang punya daftar pekerjaan utk dieksekusi menempatkan waktu sebagai sumber daya tak tergantikan. Karena itu tidak boleh lewat tanpa nilai.
Efek waktu adalah akumulasi

Menyadari waktu adalah menyadari efeknya dan efek terpenting dari waktu adalah efek akumulasi. Sesuatu tidak terjadi seketika tapi bertahap. Akumulasi dari tindakan yang sama yang kita lakukan secara berulang2 akan menjadi karakter pada skala individu. Akumulasi dari karakter individu selanjutnya menjadi budaya dalam skala masyarakat. Akumulasi itu terjadi dalam rentang waktu tertentu. Akumulasi budaya dari berbagai kelompok masyarakat dalam rentang waktu tertentu itulah yang berkembang menjadi peradaban. Karena efek akumulasi sebuah peradaban tidak bisa bangkit seketika atau runtuh seketika. Ada faktor-faktor yang mempengaruhinya secara akumlatif.
Masyarakat bangkit melalui akumulasi kontribusi. Produktivitas individu-individu di dalamnya berupa karakter dan ide yang membentuk budaya mereka. Begitu juga keruntuhan sebuah masyarakat, itu akumulasi karakter dan ide destruktif individu-individunya yang membentuk budaya keruntuhannya.

Contoh lain adalah kesehatan. Kualitas kesehatan fisik dan mental kita di atas usia 40 tahun adalah akumulasi dari pola hidup sehari-hari kita. Sebagian besar penyakit yang kita alami di atas usia 40 tahun itu adalah akumulasi ketidakseimbangan pola hidup yang berlangsung lama. Begitu juga dengan struktur pengetahuan kita, itu adalah akumulasi ilmu yang kita peroleh sehari-hari melalui bacaan dan media belajar lain.

Usia membuat orang lebih arif karena ia mengalami akumulasi pengetahuan. Tehnologi hari ini adalah akumulasi tehnologi kemarin. Karena itu Nabi Muhammad saw mengatakan "Jangan pernah meremehkan kebajikan sekecil apa pun itu". Itu karena sifat akumulasinya. Beliau juga mengatakan "Amal yang paling baik dan paling dicintai Allah adalah yang berkelanjutan walaupun hanya sedikit". Itu akumulasi. Kebajikan kecil-kecil yang kita lakukan secara terus-menerus menunjukkan perhatian dan konsistensi serta keterlibatan emosi yang dalam. Nilai-nilai emosi yang menyertai amal itu hanya bisa dilihat dalam rentang waktu. Karena itu, waktu jadi alat uji iman dan karakter yang efektif.
Sisi negatif manusia juga akumulatif. Dosa yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi karakter dan selanjutnya memenuhi ruang hati manusia. Dosa yang telah jadi karakter tidak akan menyisakan ruang bagi dorongan kebajikan dalam diri seseorang. Allah akhirnya mengunci hatinya. Akumulasi dosa yang menjadi karakter menutup mata hati seseorang. Ada tabir yang menghalagi mata dan telinganya utk melihat kebenaran. Akumulasi itulah yang sebenarnya banyak menipu manusia pendosa karena terjadi secara perlahan dan tidak disadari oleh pelaku. Terlalu halus.
Karena efek akumulasi itu, maka sifat-sifat terpuji yang paling banyak berhubungan dengan waktu adalah kesabaran dan ketekunan. Tidak ada prestasi besar yang bisa kita raih dalam hidup tanpa kesabaran dan ketekunan yang panjang, sebab semua perlu waktu yang lama. Kecerdasan yang tidak disertai kesabaran dan ketekunan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Itu ciri orang cerdas yang tidak produktif. Itu sebabnya mengapa di antara semua sifat yang paling terulang dalam Qur'an adalah sabar. Termasuk hubungan dengan waktu dalam surat Al 'Ashr.

Kesabaran dan ketekunan adalah sifat utama yang melekat pada orang-orang besar, baik dalam dunia militer, bisnis, ekademik atau politik. Kesabaran dan ketekunan juga merupakan sifat dasar kepemimpinan, karena mereka harus memikul beban berat dalam jangka waktu yang lama. Kesabaran dan ketekunan adalah indikator kekuatan kepribadian seseorang. Artinya ia punya tekad yang takkan terkalahkan oleh rintangan.
Efek akumulasi juga mengajarkan kita untuk berpikir secara sekuensial. Berurut mengikuti deret ukur waktu. Itu strategic thinking. Kemampuan berpikir sekuensial adalah bagian dari kemampuan berpikir strategis yang diajarkan oleh kesadaran akan waktu. Efeknya besar! Kemampuan berpikir sekuensial terutama diperlukan saat kita membaca sejarah dan berbagai fenomena sosial politik. Juga dalam perencanaan.

Konsep Penggandaan
Sebagai sumber daya waktu sangat terbatas, orang-orang produktif pasti selalu merasa bahwa waktu mereka terlalu sedikit dibanding rencana amal mereka. Umat Muhammad saw juga mempunyai umur masa kerja yang jauh lebih pendek dari umat-umat terdahulu, untuk sebuah hikmah Ilahiyah yang kita tidak tahu. Jadi harus ada cara mengatasi keterbatasan itu. Untuk itulah Islam memperkenalkan makna efesiensi melalui konsep penggandaan.
Kita menggunakan waktu yang sama untuk sholat 5 waktu secara jamaah atau sendiri, tapi mendapatkan pahala yang berbeda. Waktu sama pahala beda. Waktu yang sama dengan pahala yang berbeda adalah inti dari konsep penggandaan. Ini menciptakan perbedaan mencolok dan mengatasi keterbatasan. Konsep penggandaan ini bisa mengubah persamaan dari sblmnya 1 unit waktu sama dengan 1 unit amal menjadi 1 unit waktu sama dengan beberapa unit amal. Ajaran tentang amal jariah, sedekah jariyah, ilmu yang diajarkan, anak sholeh yang terus mendoakan, juga penerapan lain dari konsep penggandaan.

Konsep penggandaan bukan saja mengajarkan bagaimana mengatasi keterbatasan sumber daya tapi juga bagaimana memaksimalkan sumber daya yang terbatas itu. Konsep penggandaan bukan saja mengajar bagaimana mengatasi keterbatasan sumberdaya, tapi juga bagaimana melipatgandakan hasil dari sedikit sumber daya. Seseorang bisa hidup lebih lama dari umurnya dengan konsep penggandaan itu. Caranya dengan menciptakan amal yang dampaknya lebih lama dari umur kita.
Seperti individu, masyarakat juga punya umur. Peradaban juga punya umur. Umur masyarakat ditentukan oleh akumulasi umur individu. Umur sosial menjadi panjang jika banyak individunya melakukan kerja-kerja penggandaan. Salah satunya adalah pewarisan ilmu pengetahuan.
Umur peradaban juga begitu. Peradaban barat moderen dibangun pertama kali oleh spanyol dan portugis, lalu inggris dan prancis, lalu AS. Epicentrum sebuah peradaban berpindah dari 1 masyarakat ke yang lain, begitu umur sosial masyarakat itu habis. Walaupun secara fisik tetap ada. Seperti Barat, peradaban Islam juga dipikul banyak suku bangsa. Mulanya Arab, lalu Persia, lalu Afrika, lalu Turki, lalu Mongol dst. Akumulasi umur sosial dari suku bangsa itu menentukan panjang pendeknya umur peradaban. Makin banyak yang memikulnya makin panjang umurnya.

Kelakuan Bodoh

Jangan biarkan hamba berharap selain padaMu ya Allah
.
Kembali rasa ingin tahuku meluap
Sesekali ku intip account social medianya
Entah apa yang ku cari, sekedar membaca tulisan2nya atau ingin tahu apa yang sedang dikerjakanya
.
Memang siapa dia? Kenal pun tidak, lantas kenapa rasanya ingin mengintip apa yang dia kerjakan, apa untungnya?
.
Dalam hati kecil terdalam nampaknya masih ada pengharapan
Berharap apa? Bukannya sudah selesai
Sepertinya setan sedang mengelabui diriku
Tdk ada penyesalan apabila kamu telah mengikhlaskan yang telah terjadi
Tidak ada pengharapan sia-sia klo kau letakkan pengharapan hanya kepada sang pencipta
.
Saranku terhadap kau diriku
Hentikanlah kelakuan bodohmu itu
Mungkin Allah sedang mengujimu
Apakah kau benar2 hanya berharap padaNya atau kau masih menaruh pengharapan pada yang lain, makhlukNya
.
.
Let's move
#tentangdia
#2016

Senin, 16 November 2015

Egois? NO

"Apa urusan lo suka2 gue, klo lo suka sini klo gak sana!"
.
Sepenggal kalimat yang sering dilontarkan
.
Klo saja hidup dianggap menyenangkan dengan sikap acuh tak acuh kita terhadap sekitar, mungkin saja dakwah ini tidak diperlukan atau bahkan saat dakwah itu ada mungkin dia sudah mati sejak lama
.
.
Banyak yang belum paham, atau tidak mau memahami
.
EGOIS
.
Manusia itu tempatnya salah, tempatnya ketidak sempurnaan. Boleh jadi saat ini kita berada disisi yang berbeda tapi belum tentu yang berada disisi berbeda itu selalu salah, bisa saja saat itu kita yang salah.
.
INTROSPEKSI DIRI
.
Berlapang hatilah menerima kritik dan saran dari sekitar kita selama kritik dan saran itu membangun. Apabila itu menjatuhkanmu maka tegurlah dengan cara yang baik. Bukankah kita diperitahkan saling menasehati dalam kebaikan? (QS. 103 ayat 3)
.
Saat kau memaki orang lain sadarlah sesungguhnya kau sedang memaki dirimu sendiri dan begitu pula sebaliknya saat kau memuji
Karena lingkungan kita adalah cerminan diri kita

Rabu, 15 Juli 2015

:: DETIK TERAKHIR ::

"Celaka seseorang yang memasuki bulan Ramadhan kemudian Ramadhan itu berlalu namun dosanya tidak diampuni oleh Allah."
(HR. Tirmidzi)

Sadarkah kita sisa waktu kita kurang dari 24 jam lagi?!

Jika hilal terlihat, maka Ramadhan akan berlalu tepat dengan tenggelamnya mentari esok hari.

Masihkah kita tenggelam dalam eforia kemenangan yang belum nyata?!

Segarkan lagi ingatan kita... Berapa dosa yang kita lakukan di bulan suci ini??

Benar...kita berpuasa, namun apakah kita mempuasakan tubuh kita dari dosa?

Benar... kita telah tarawih, namun berapakah tarawih yang kita lakukan dengan khusyu'?

Benar... kita telah mengkhatamkan alquran, tapi berapa ayat kah yang berhasil kita resapi dan tuangkan dalam kehidupan sehari-hari?

Masih layakkah kita merayakan hari kemenangan di esok lusa?

Saudaraku, jangan berkecil hati...

Hidupkanlah malam terakhir ini dan yakinlah dengan sabda sang Nabi:

"Sesungguhnya amal-amal itu tergantung akhirnya".
(HR. Bukhari)

Perbanyaklah beristigfar dan panjatkanlah:

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"

"Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku."

Iringilah malam ini dengan doa:

"Robbana... Taqobbal minna.."

"Ya Allah, terimalah amal ibadah kami."

Dan optimislah dengan firman-Nya:

"Mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan kabulkan."
(QS. Ghafir: 60)

Kita memiliki Rabb Yang Maha Pengampun dan Penyanyang, namun Yang Maha Pengampun ini meminta kita berjuang sampai akhir.

Lakukan apapun agar dosa diampuni!!!

Juara sejati tidak akan berhenti berlari sampai ia menyentuhkan kakinya di garis finis.

Saudaraku...
Jadikanlah akhir ramadhan sebagai momentum ketaqwaan sampai akhir hayat nanti!

👤 Ustadz Nuzul Dzikri

#notemyself😭😭😭

Rabu, 13 Mei 2015

FOKUSLAH PADA SATU HAL

Jangan khawatir dengan dunia, karena itu milik Allah.

Jangan khawatirkan pula rizkimu, karena semua itu dari Allah.

Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah.

Tapi, fokuslah untuk memikirkan satu hal, bagaimana menjadikan Allah ridho kepadamu?

Karena jika engkau telah menjadikan Allah ridho kepadamu, Allah akan menjadikan manusia ridho kepadamu, dan Dia juga akan menjadikanmu tercukupi dan tidak bergantung pada orang lain

👤 Ustadz Musyaffa Ad Dariny

#CendikiawanMuslim

======================================

Official Account Islam Itu Indah
http://line.me/ti/p/%40uan9552v

Sahabat Dakwah Islam yang memiliki Istagram bisa follow ig Dakwah Islam : @dakwahislam1
Semoga bisa terus memberikan inspirasi dan ilmu kepada sahabat semua. Aamiin... ☺

www.instagram.com/dakwahislam1

Cara Mengatasi dan Mencegah Hipotermia di Gunung beserta gejalanya.L

Hipotermia, salah satu musuh terbesar bagi para pendaki gunung atau para pecinta alam bebas bersuhu ekstrim.Hipotermia memang menjadi ancaman terbesar bila kita mendaki gunung. Perlengkapan yang tidak safety dan apa adanya, logistik yang minim, fisik yang tidak fit, cuaca buruk adalah hal-hal yang bisa menimbulkan hipotermia atau kehilangan suhu tubuh.

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.[1] Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.

Hipotermia sebenarnya bisa diatasi bahkan bisa dicegah bila kita mengikuti prosedur keselamatan yang benar. Banyak kasus hipotermia di gunung berakibat fatal yaitu meninggal dunia karena kurang pahamnya pendaki akan cara mengatasinya. Bahkan para pendaki pemula sering sekali meremehkan gunung yang akan didakinya dengan tidak membawa peralatan yang memadai seperti pakaian hangat dan sleeping bag.

Hipotermia di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun saat istirahat atau berkemah. Namun kebanyakan kasus hipotermia terjadi saat istirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas ditambah hal-hal lain yang mendukung proses terjadinya hipotermia tersebut seperti pakaian yang basah, hujan, perut kosong, dan lain-lain.

Menurut sebagian orang, gejala hipotermia sangat mirip dengan orang yang kesurupan yaitu bicaranya ngelantur/tidak jelas. Berikut gejala-gejala hipotermia :

Hipotermia ringan : 
- Penderita berbicara ngelantur/tidak jelas
- Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas.

Hipotermia sedang :
- Detak jantung melemah
- Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)

Hipotermia parah :
- Penderita tidak sadarkan diri
- Badan menjadi kaku sekali
- Pernafasan sangat lambat dan hampir tidak kentara

Cara mengatasi :

1. Pastikan pakaian penderita kering. Bila basah ganti dengan yang kering.

2. Berikan minuman hangat dan manis seperti teh hangat atau cokelat hangat agar suhu cepat meningkat.

3. Jangan sampai penderita tidak sadarkan diri, sebisa mungkin penderita dalam keadaan sadar kalau perlu pukul-pukul wajahnya (jangan terlalu keras pastinya)

4. Masukkan penderita dalam sleeping bag, sedangkan teman-teman yang lain membantu memeluknya agar lebih hangat. Dalam keadaan darurat, lepas semua pakaian bagian atas penderita dan peluk penderita dengan erat (orang yang memeluk harus dalam keadaan tidak berpakaian juga, kulit ketemu kulit), hal ini dilakukan agar suhu panas si pemeluk langsung mengalir ke penderita.

5. Buatlah api unggun di sekitar penderita, agar segera mendapat udara panas dari luar.

Cara mencegahnya :

1. Gunakan perlengkapan mendaki gunung sesuai prosedur pendakian seperti jaket gunung, celana quickdry, sleeping bag, sarung tangan, kaos kaki, logistik yang cukup, dan yang paling penting adalah jas hujan.

2. Jangan menggunakan celana jeans karena akan sulit kering bila terkena air (hujan).

3. Segera ganti bila pakaian telah basah oleh keringat maupun hujan.

4. Bila beristirahat, jangan berdiam diri usahakan berbaur dengan yang lain dengan cara memasak, minum kopi dan lain-lain.

5. Sebelum tidur, pakailah semua perlengkapan dengan benar seperti jaket, kaos kaki, sarung tangan, kalau perlu tidur saling berdempetan agar lebih hangat.

Hipotermia bisa dicegah dan diatasi bila kita lebih peduli pada diri kita. Be smart hiker guys.....

Kamis, 12 Maret 2015

Kisah Inspiratif

Seorang ikhwah yg anak perempuannya meninggal umur 15 thn lebih pada tgl 23 februari 2015 sekitar 15 menit sebelum magrib di ponpes Imam Ahmad bin Hambal SEMARANG
Dlm keadaan menuntut ilmu dan puasa daud......

Bismillah, beberapa tulisan di BUKU CATATAN Anakda "Aisyah" Rahimahalloh yg mungkin bisa jadi nasehat dan pelajaran bagi kita para org tua & kpd anak2 kita, agar kita semua senantiasa ikhlash dan bersungguh sungguh dalam menuntut ilmu agar kita dpt meraih Ilmu yg Nafi', semoga Alloh menolong kita utk meraih kemenangan ketika akan meninggalkan dunia yg fana ini dlm keadaan Husnul Khotimah & meraih kebahagian yg hakiki, masuk Syurga...آمين

Dia ananda Aisyah menulis begini:
1. Abi... Jika angin berhembus membawa cerita, bumi yg bergetar tanda bencana, awan berkabut hitam tanda bahaya... Maka, ketika aku terdiam di dekat pintu, tanpa berfikir waktu menanti kepulanganmu adalah tanda bahwa aku sangat sayang kepadamu. Aku sayang kepadamu Abi bukan krn engkau pemilik harta yg melimpah, rumah yg sangat mahal lagi megah, kedudukan yg tinggi ... Aku menyayangi Abi krn ALLOH...Aku hanya memiliki seorang Abi...Dan aku tdk ingin kehilangan yg sangat berharga dan satu-satunya di dunia dan di akhirat... Yang aku harapkan dpt mengecup keningku dgn kasih sayangmu...

2. Ummi, sungguh bahagianya diriku mempunyai seorg ummi sepertimu. Engkau yg tdk pernah mengajariku berbohong & tdk pernah mengajariku perbuatan tercela . Engkau yg selalu berdo'a untukku, semga aku menjadi anak yg sholihah, menjadi seorg anak yg taat kpd perintah Alloh dan Rosul Nya.
Ummi izinkan aku dan anak-anak ummi yg lain membuka pintu syurga dengan senyum keridhoanmu & mengunci pintu neraka rapat-rapat dgn maaf, do'a & kasih sayangmu .
Dan semoga Alloh mengumpulkan kita di syurgaNya yg penuh dengan kenikmatan dan keridhoanNya..

3. Ummi...Izinkan aku menangis jika air matamu terjatuh krn kedurhakaanku. Kedua tanganmu memelukku krn kerinduanmu padaku, bibir dan lisan mu yg kau basahi dgn dzikir dan doa demi mengharapkan kesholihan agama akhlaqku.

4. Ummi sayang, dengarlah sesungguhnya buah hatimu ini tdk pernah berharap ketika ia besar nanti, ia menjadi seorang sarjana yg berbangga diri krn telah tercapai cita citanya. Karena sesunggunya cita citanya yg paling tinggi adalah bisa melihat senyum indahmu ketika berada disisimu & didekapan dadamu & ketika air mata terjatuh krn rindu akan cinta & kasih sayangmu...

5. Ummi... Ketika detak jantungku mulai berdetak kencang dan terasa akan berhenti, saraf dlm tubuhku mulai merasakan sakit yg tdk akan terobati. Denyut nafas dlm jiwaku mulai terasa berhenti maka, hanya kalimat maaf yg msh terlantum lembut dari lubuk hati kecilku ini. Untuk mu seorang ummi penuh kasih dan cinta yg telah memberikanku kecupan di pipi...

6. "Dahi ini tak mampu terangkat, Lutut ini tak mampu lagi menumpu, Mata ini tak mampu lagi membendung. Rabb aku Rindu. Aku ingin Pulang. Pulang ke rumah-Mu (Al Jannah)". "Aku cinta keluargaku, Semoga aku bisa ketemu keluargaku lagi di Surga".
😪😪😪

Kisah Pedagang Peyek

Pernah Ketipu dan Bangkrut, Pria Ini Sukses Jual Peyek Rp 165 Juta/Bulan

Peyek, makanan ringan sejenis keripik khas masyarakat Jawa sangat digemari lapisan masyarakat. Namun siapa sangka, dari peyek yang diramu dengan kreativitas tinggi, bisa menjadi barang bernilai tambah dan menguntungkan.

Salah satu orang yang mengembangkan bisnis peyek adalah Filsa Budi Ambia. Pria 29 tahun itu justru mampu meraup omzet Rp 165 juta/bulan dari bisnis peyek.

"Alhamdulillah, sekarang omzet per bulan Rp 165 juta," kata Filsa saat ditemui detikFinance, pada acara Penjurian Nasional Program Wirausaha Mandiri 2014, di Gedung Wisma Mandiri Club, Jalan Mataram Jakarta Selatan, Selasa lalu (10/3/2015).

Filsa saat ini memang sedang menekuni bisnis peyek kepiting. Pria asli Banyumas yang lama tinggal di Balikpapan ini memadukan keahlian membuat peyek, dengan populasi kepiting yang cukup banyak di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Saya ingin peyek ini naik kelas. Lalu saya pikir nilai tambahnya apa, dengan kemasan biasa tentu nggak cocok. Di Kalimantan itu banyak kepiting, saya pikir tes dulu, lalu penggunaan bumbu saya akurasi dan dikemas menarik lalu diberi ke teman-teman," paparnya.

Filsa memulai bisnis barunya itu Februari 2013. Saat itu ia hanya mengolah 1 kg daging kepiting untuk menghasilkan 20 pcs peyek kepiting. Siapa sangka ini awal pintu masuk Filsa menjadi wirausahawan sukses.

"Dari modal Rp 75.000 itu akhirnya banyak yang pesan. Harganya ada yang Rp 20.000/pcs dan ada Rp 10.000/pcs, akhirnya dapat omzet Rp 150.000," paparnya.

Pengembangan bisnis dari hari ke hari terus dilakukan Filsa. Saat ini rutinitas Filsa memproduksi peyek kepiting 2.000 pcs per hari dari 40 kg kepiting yang diolah. Berkat jerih payahnya, Filsa sudah memiliki 21 pegawai.

"Produk saya sudah dijual di toko oleh-oleh di Kalimantan Timur, ritel modern seperti hipermarket. Lalu hubungan dagang partnership dengan distributor di Jakarta. Dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi produk saya ada," tuturnya.

Kesuksesan yang diraih Filsa dalam menekuni bisnis peyek kepiting tidak membuat sombong. Filsa mengaku pernah hidup susah dari bekerja menjadi sopir, tertipu bisnis gelap, hingga sampai menjual cincin pernikahannya.

"Tahun 2007 saya merantau ke Balikpapan, bekerja jadi sopir di perusahaan tambang gajinya tidak menutupi untuk hidup kemudian resign tahun 2010 dan buka usaha ayam goreng bangkrut. Kemudian saya coba berbisnis martabak mini franchise sudah memiliki 35 cabang bangkrut juga di tahun 2012," tuturnya.

Pada 2012 Filsa pernah kena tipu investasi Rp 120 juta dan punya utang banyak. Pada waktu itu, dirinya sudah punya anak,

"Anak saya menangis minta susu. Di situ titik balik saya sadar. Cincin kawin akhirnya dilepas dan digadai, uangnya buat beli susu, sama bayar kebutuhan hidup lain. Tinggal Rp 100.000, ini awal mula saya membuat peyek kacang lalu berubah menjadi peyek kepiting," katanya.

Hal-hal yang Tidak Akan Kembali

💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak akan kembali :
          1. Waktu 🕐
          2. Kata-kata 😌
,          3. Kesempatan 😊
💐 Ada 3 Hal yg dapat menghancurkan hidup seseorg :
          1. Kemarahan 😡
          2. Keangkuhan 😎
          3. Dendam 👹
💐 Ada 3 Hal yg tidak boleh hilang :
          1. Harapan 😊
          2. Keikhlasan 😇
          3. Kejujuran 😇
💐 Ada 3 Hal yg paling berharga :
         1. Kasih Sayang 👪
         2. Cinta 💘
         3. Kebaikan 😇
💐 Ada 3 Hal dlm hidup yg tidak pernah pasti :
          1. Kekayaan 💰
          2. Kejayaan 🎓 
          3. Mimpi 💤
💐 Ada 3 Hal yg membentuk watak seseorg :
          1. Komitmen 👌
          2. Ketulusan 🙏
          3. Kerja keras 💪
💐 Ada 3 Hal yg membuat kita sukses :
          1. Tekad ✊
          2. Kemauan 👆
          3. Fokus ☝
💐 Ada 3 Hal yg tidak pernah kita tahu :
         1. Rezeki 💎
         2. Umur 👶�
         3. Jodoh 💑
TAPI, ada 3 Hal dalam hidup yg PASTI dan TIDAK DAPAT DI ELAKKAN :
          1. Tua 👵
          2. Sakit 🏥
          3. Mati 👼.

Senin, 09 Maret 2015

Makna dari Sebuah Lagu

♬GUNDUL GUNDUL PACUL♪

Tembang Jawa ini konon diciptakan tahun 1400-an oLeh Sunan KaLijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti fiLosofis yg daLam dan sangat muLia.

GunduL adalah kepaLa plonthos tanpa rambut. KepaLa adalah Lambang kehormatan, kemuLiaan seseorang.
Rambut adaLah mahkota Lambang keindahan kepaLa.
∴ gunduL adaLah kehormatan tanpa mahkota.

PacuL adalah cangkuL yaitu aLat petani yang terbuat dari Lempeng besi segi empat.
∴ pacuL adL Lambang kawuLa rendah, kebanyakan petani.

GunduL pacuL artinya adL bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adaLah pembawa pacuL utk mencangkuL, mengupayakan kesejahteraan rakyatnya atau orang banyak.

Orang Jawa mengatakan pacuL adalah papat kang ucuL (4 yg Lepas).

KemuLiaan seseorang tergantung 4 haL, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, teLinga dan muLutnya.

1. Mata digunakan untuk meLihat kesuLitan rakyat/masyarakat/orang banyak

2.TeLinga digunakan untuk mendengar nasehat.

3. Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.

4. MuLut digunakan untuk berkata adiL.

Jika empat haL itu Lepas, maka LepasLah kehormatannya.

GembeLengan artinya besar kepaLa, sombong dan bermain-main daLam menggunakan kehormatannya.

💐GUNDUL² PACUL CUL artinya jika orang yg kepaLanya sdh kehiLangan 4 indera itu mengakibatkan

💐GEMBELENGAN
(= congkak/sombong).

💐NYUNGGI² WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat/org bnyk) (dengan) GEMBELENGAN (= sombong hati), akhirnya

💐WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan)

💐SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia-sia, tidak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak)

Ternyata maknanya dalem banget.

Debu di Jagat Internet

By :  Endy Kurniawan

Jika Anda memulai bisnis saat ini, atau mulai terpikir untuk membangun kekuatan merek, dan memilih media digital, masih tersisakah ruang di jagat internet? Masih tersediakah celah di lebih dari 3 Milyar pengguna media sosial? Seberapa menarik produk Anda untuk dilirik 1,5 Milyar pengguna Facebook, 1 Milyar lebih pengguna Google, 300 juta pengguna Instagram, 280 juta pengguna Twitter, sekitar 30 juta pengguna Path, belum lagi Pinterest dan sekitar 1 Milyar website aktif di muka bumi? (sumber : internetlivestat.com, nymag.com, jeffbullas.com)

Mengapa kita membicarakan total jumlah pengguna media sosial dan internet seluruh dunia? Karena mustahil membagi pasar saat ini menggunakan batas geografis. Jadi tak lagi relevan menggunakan indikator dan batasan negara. Pedagang pompa air online di Indonesia melayani pasar Filipina. Orang Indonesia beli lukisan di Afrika Selatan. Pesanan tas etnis dari Mataram laku keras di Vancouver, Kanada, melalui medium online. Diulang pertanyaannya : apakah masih tersedia peluang?

Di media sosial, 63% pengikut & pengunjung kanal yang Anda sediakan adalah pengguna produk. Mereka ingin terus terhubung dengan produsennya. Kalau konstituen memilih Anda dalam sebuah pencalonan politik, mereka ingin terus ‘konek’ dan didengar aspirasinya. Artinya apa? Artinya (1) Basis pasar offline-nya harus terbentuk, (2) Ada integrasi antara upaya online dan offline marketing dan (3) Hadirlah di internet sebagai manusia yang berdialog, be a human.

Itu langkah untuk memperkuat connectivity. Menjadi partner yang sangat dekat dengan pelanggan sangat mungkin menggunakan teknologi. Ini yang sering orang lupakan. Sekali muncul dan pasar terbangun, customer retention tidak dilakukan. Lalu, jika baru mengawali dan ingin terlihat, langkah apa yang harus dilakukan? Ada langkah-langkah teknis supaya kita ‘terlihat’, SEO, buzzing, aktif di semua kanal, dan lainnya. Tapi dalam pengembangan produk dan bisnis, ada hal substantial yang harus kita lakukan. Dalam uraian pendek, inilah yang diperlukan :

1) Uniqueness. Artinya berbeda dan unik dalam model bisnis, dalam pemilihan produk, dalam layanan, dalam landing page, dalam konten, dalam berpromosi. Diferensiasi ini ilmu dasar dalam bisnis yang tak pernah berubah apapun platformnya.
2) Start locally. Hampir semua startup sukses karena berhasil menemukan potensi lokal yang kemudian dikomersialkan. Setelah basis konsumen kuat, baru dengan kekuatan finansial tambahan dan skala bisnis diperbesar, ia go global (Startup Istanbul, 2014)
3) Focus. Unit online marketing di dalam organisasi harus dibentuk. Diberi tugas yang jelas dan target yang spesifik sesuai awareness dan signification yang ingin diraih. Meski masih terus mencari bentuk bakunya, banyak organisasi saat ini sudah punya dedicated digital marketing director dan digital strategist. Bagaimana dengan organisasi Anda?

Minggu, 01 Maret 2015

SEINDAH-INDAH POLIGAMI ( Aku dan Tiga “Istriku”)

Oleh: Dr. Mawardi Muhammad Saleh, Ketua MUI Riau.

Ketika poligami menjadi sesuatu yang menakut kan, kami sudah menjalaninya dengan menyenangkan.

Aku dikaruniai 3 “istri” yang sangat mendukung perjuanganku.

Ketiga istriku saling bersinergi menghadirkan
surga di dunia ini menuju surga sebenarnya nanti.

Aku menikahi “istri” pertamaku pada saat usiaku masih sangat belia.

Aku jatuh hati pada pandangan pertama.

Tak perlu waktu lama untuk memproses pernikahanku. Istri pertamaku sangat sayang kepadaku, ia selalu menuntun dan membimbingku setiap aku ditimpa m asalah dalam hidup.

Aku tak akan pernah kehilangan cinta kepadanya.

Istri pertamaku-lah yang menunjukkan aku pada calon “istri” keduaku.

Aku banyak mengetahui dia dari istri pertamaku itu. Begitu banyak hal yang menarik yang ditunjukkan calon istri keduaku itu, maka tak perlu waktu lama, akupun segera menikahinya.

Aku begitu bersemangat bergairah hidup bersama keduanya. Tak berhenti sampai disini kebahagiaanku.

Kedua istriku itu membujukku untuk segera memperistri seorang akhwat shalihah yang aku sendiri belum pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali dari selembar biodata dan sedikit informasi dari sahabat dan keluarganya.

Bahkan usiaku belum genap 22 tahun saat itu. Tapi karena aku sudah sangat percaya kepada kedua istriku itu, maka dengan mengucap bismillah aku menikahi istri ke tigaku. Tapi dibanding yang lainnya, istri ketiga ini paling Banyak Berkorban.

Demi kedua istriku sebelumnya, dia lebih banyak mengalah untuk memberiku waktu lebih banyak bersama mereka.

Dia sudah tahu bahwa aku menikahi istri pertama dan kedua atas dasar cinta, tapi aku menikahi istri ketigaku atas dasar cintaku pada kedua istri awalku itu.

Cinta itu baru tumbuh belakangan, setelah kutahu bahwa dia begitu cinta kepadaku.

Istri ketigaku pun sangat hormat, cinta dan sayang kepada dua istriku yg lbh awal.

“Istri” pertamaku bernama Ilmu, dia begitu bercahaya dihatiku.

“Istri” keduaku bernama Dakwah, ia begitu menginspirasi gerak kehidupanku.

“Dan istri ketigaku itulah istriku sebenarnya, yang rela menikah denganku atas bimbingan Ilmu dan Dakwah .

Semoga cinta ini kekal hingga ke surga. “Ya Allah, ini adalah pembagianku dalam hal-hal yang aku miliki. Maka janganlah Engkau mencelaku pada sesuatu yang tidak aku miliki.” (HR. Bukhari dalam kitab Fathul Baari Juz 9 hal. 224)

Repost : STOP MENGEJAR PROFIT !!!

BY : TOM MC IFLE
(Dalam Buku Profit is King)

Saya kutip percakapan menarik antara saya dan salah seorang klien:

"Pak, bapak pernah naksir perempuan, ngga?" tanya saya.

"Pernah dong" jawabnya.

"Ceritanya, bapak kejar habis-habisan, bapak nongkrong didepan rumahnya, telpon, kadang ketuk-ketuk rumah perempuan tersebut. Biasanya perempuan akan mendekat atau menjauh ?"

Saya lanjutkan dijawab spontan oleh klien saya , "kabur menjauhlah..."

"Kalau omzet dikejar-kejar apa mau sekonyong-konyong mendekati kita ?" tanya saya

"Ngga juga karena kita tidak fokus dengan penyebab omzet itu meningkat", jawab klien sang klien

"Verry good! Kalau begitu, aktifitas apa yang secara langsung atau tidak langsung akan meningkatkan omzet dan profit Anda ?"

"Bisa mengejar penjualan, coach ?" Jawab klien.

"Betul, anda akan fokus mengejar penjualan atau fokus kepada aktifitas yang bisa membuat penjualan lebih meningkat ?" tanya saya.

"Iya betul juga, pasti fokus dengan aktivitasnya..."jawabnya.

"Contohnya ?" tanya saya menggali.

"Seperti marketing, promosi, customer service (pelayanan pelanggan), membuat pelanggannya puas semua sampai mereka memberi rekomendasi kepada calon pelanggan lainnya,"jawab klien.

Menarik bukan ?

Banyak orang menginginkan kesuksesan, pelanggan yang banyak, profit berlimpah. Padahal semua itu merupakan efek. Mereka lupa akan cause-nya atau penyebabnya.

Mulailah mencintai CAUSE, bukan EFEK. Semakin Anda mencintai CAUSE maka EFEK akan setia mengikuti....

[Quotes]

Boleh jadi kamu tidak tahu dimana rizkimu, tetapi rizkimu tahu dimana dirimu. Jika ia ada di langit, Allah akan memerintahkannya untuk turun mencurahimu. Jika ia ada di bumi,  Allah akan menyuruhnya muncul untuk menjumpaimu. Dan jika ia berada di lautan, Allah akan menitahkannya timbul untuk menemuimu.
(Imam Abu Hamid Al Ghazali)

Senin, 02 Februari 2015

Quote

"Ada satu Musa dan satu Isa utk satu Firaun, satu Samiri, satu Judas, satu Herodes dan satu Pontius Pylatus. Hari ini, ratusan Judas, Samiri, dan Firaun berkeliaran menjual aset bangsa yg dilindungi konstitusi, yg bekerja sama dgn penadah dan penjarah asing. Dimana gembala bagi domba yg bercerai-berai dimangsa serigala?" (KH. Rahmat Abdullah, Asasiyat Tarbawi)

Sabtu, 31 Januari 2015

Super Murabbi, Super Husband, Super Kader

Oleh: Cahyadi Takariawan

Menjadi anggota DPRD Provinsi, kira-kira apa bayangan anda tentang sosok dirinya? Sibuk, sangat banyak urusan dan pekerjaan, sangat padat jadwal agenda harian. Saya kira seperti bayangan kita, dan memang senyatanya juga demikian. Anggota dewan provinsi tentu sangat padat kegiatan, waktunya habis untuk menunaikan amanah dan sering merasa kekurangan waktu untuk mengerjakan hal-hal lainnya. Maklum, sebagai wakil rakyat tentu ada sangat banyak hak harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Namun benarkah kesibukan menjadi anggota DPRD membuat seseorang kader tidak lagi memiliki waktu untuk hal-hal lain di luar tugas pokok dan fungsinya sebagai legislator? Karena terlalu sibuk di dewan dan sudah memiliki amanah berdakwah di dewan, sehingga mendapat permakluman untuk tidak melaksanakan beberapa tugas lainnya sebagai kader dakwah. Misalnya dimaklumi untuk tidak melakukan pembinaan tarbawiyah walau hanya satu kelompok binaan pun. Dimaklumi untuk tidak hadir tepat waktu dalam agenda rapat rutin atau dalam acara kaderisasi, karena kesibukan dewan.

Dimaklumi untuk tidak ikut mabit karena malam harinya sudah lelah setelah kerja kantor diteruskan kunjungan konstituen. Dimaklumi tidak hadir acara tatsqif karena padatnya agenda dewan. Dan sejumlah permakluman lainnya yang sangat banyak.

Benarkah memang sudah tidak memiliki waktu sama sekali?

Belajar Kepada Seorang Kader

Mari saya ajak anda semua untuk belajar kepada seorang sosok kader yang ---menurut ukuran saya--- luar biasa. Saya katakan luar biasa, karena saya tidak bisa memenuhi kualifikasi seperti dirinya. Ya, tidak bisa, dan tidak terbayang bagi saya untuk bisa bersikap serta berbuat seperti yang ia lakukan. Kader istimewa ini, tidak saya sebut namanya, sungguh banyak pelajaran bisa kita ambil darinya. Tentu saja sebagai manusia ia punya kekurangan, kelemahan dan kesalahan. Tapi kita belajar dari kelebihan dan keistimewaannya saja untuk memotivasi kita.

Ia adalah anggota DPRD di Provinsi DI Yogyakarta. Sudah tiga kali ia menjadi anggota dewan, dimulai sejak menjadi anggota DPRD Kabupaten, dan sekarang di Provinsi. Sebagaimana sosok anggota dewan yang sering digambarkan penuh kesibukan, demikian pula dirinya. Ia sangat sibuk dengan urusan menjadi wakil rakyat tingkat provinsi. Sehari-hari ia melaksanakan amanah DPRD Provinsi semaksimal tenaga dan pikiran yang bisa ia berikan.

Apa kelebihan sosok kader yang satu ini? Ingin tahu? Bener nih, ingin tahu atau ingin tahu banget? Aduh, diberi tau gak ya..... :)

Ah, sudahlah, saya beri tahu saja yaaa..... Ini kelebihan dan keistimewaan kader tersebut. Sangat banyak sih, tapi cukup saya sampaikan 5 dulu saja ya.....

1. Disiplin dan Tepat Waktu

Ia dikenal sebagai sosok kader yang sangat disiplin dan selalu tepat waktu dalam berbagai kegiatan. Bisa dikatakan, ia tidak pernah terlambat dalam semua aktiviktas yang harus dihadirinya. Baik acara dewan, acara partai, acara keluarga, dan bahkan acara kemasyarakatan. Jika ia terlambat, tentu ada kondisi yang memang tidak memungkinkannya untuk datang tepat waktu.

Semua teman dekatnya mengakui hal ini. Sulit bagi rata-rata kita untuk hadir tepat waktu dalam berbagai aktivitas. Namun kader yang satu ini sepertinya tidak memiliki kesulitan sebagaimana yang orang lain rasakan. Ia membuktikan selalu disiplin dan tepat waktu dalam semua kegiatan. Ayahnya yang polisi ikut andil dalam menciptakan karakter disiplin ini. Namun yang lebih lagi adalah sebuah taujih dari ustadz Hilmi Aminuddin agar kader selalu indibath, yang sangat membekas dalam jiwanya.

2. Banyak Tilawah Al Qur’an

Ia memanfaatkan waktu yang dimilikinya untuk banyak tilawah Al Qur’an. Dalam perjalanan di pesawat, atau kereta api, atau ketika rombongan dengan mobil, tidak pernah disia-siakan begitu saja. Ia selalu melewatkan waktu senggang dengan tilawah Al Qur’an. Rata-rata ia membaca 3 juz dalam sehari. Bahkan saat Ramadhan, ia bisa membaca 8 juz sehari.

Kebanyakan kita jika melakukan perjalanan dalam rombongan, cenderung menghabiskan waktu dengan bercanda dan mengobrol. Tidak demikian dengan dirinya. Ia selalu menghabiskan waktu perjalanan dengan tilawah Al Qur’an. Jika lelah, ia akan tidur di perjalanan tersebut. Demikian pula waktu senggang menunggu dimulainya rapat. Orang lain menunggu rapat sambil mengobrol, ia menunggu rapat sambil tilawah Al Qur’an.

3. Banyak Amanah Dakwah

Selain menjadi anggota DPRD Provinsi, ia juga memiliki lembaga pendidikan Islam sejak jenjang TK hingga SMA. Jumlah seluruh lembaga pendidikannya sekarang ini tercatat 47 yang tersebar di berbagai daerah di Provinsi tempat tinggalnya. Ia menjadi Ketua Dewan Pembina Yayasan yang menaungi sekolah-sekolah Islam tersebut. Sudah bisa dibayangkan betapa sibuk dirinya.

Ia juga menjadi pengurus partai politik di tingkat provinsi. Ia juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sangat banyak amanah dakwah yang diembannya, selain di lembaga legislatif.

4. Hidup Happy dengan Tiga Istri

Dengan istri pertamanya, ia tidak dikaruniai anak hingga usia pernikahan sepuluh tahun. Terdorong ingin memiliki keturunan, ia berdiskusi dengan istri pertama untuk menikah lagi. Istri pertama bisa menerima, bahkan ikut terlibat dalam proses pernikahan kedua suaminya. Setelah menikah lagi, beberapa bulan kemudian ternyata kedua istrinya hamil. Namun istri kedua keguguran, sedangkan istri pertama melahirkan dengan cesar.

Sampai sekarang istri pertama memiliki 3 anak, semua dengan cesar, sehingga sudah tidak diperkenankan memiliki anak lagi. Sedangkan istri kedua belum dikruniai anak sampai sekitar enam tahun pernikahannya. Karena ingin memiliki anak lagi, ia bermusyawarah dengan dua istrinya untuk menikah yang ketiga kali. Kedua istrinya mengizinkan, bahkan kedua istrinya itulah yang melamarkan calon istri ketiga. Seluruh pernikahannya dilakukan dengan proses yang baik dan dengan legal formal melalui prosedur resmi pemerintahan.

Kini ia hidup bahagia dengan ketiga istrinya. Hari Rabu dan Jumat jatah di rumah istri pertama. Senin dan Kamis jatah di rumah istri kedua. Selasa dan Jumat jatah di rumah istri ketiga. Sedangkan hari Ahad digunakan untuk bersama-sama ketiga istrinya, atau sesuai kebutuhan yang ada. Setiap jam 06.00 pagi ia sudah tiba di rumah istri sesuai jatah giliran waktunya. Ketiga istrinya hidup rukun, bahkan biasa membuat acara mabit bertiga di rumah salah seorang dari mereka.

5. Memiliki 12 Kelompok Halaqah Tarbawiyah dan 1 Majelis Taklim Rutin Pekanan

Yang paling hebat adalah, ia memegang duabelas (12) kelompok halaqah tarbawiyah dari berbagai levelnya. Bahkan masih ditambah satu majelis taklim. Semua rutin pekanan. Jadi dalam satu pekan, ia mengisi rutin 13 forum atau 13 kelompok. Sangat produktif bukan? Di saat banyak kader tidak memegang kelompok binaan, kader yang pejabat publik dan memiliki tiga istri ini memiliki 12 kelompok binaan tarbiyah dan 1 kelompok majlis taklim. Semua rutin pekanan.

Bagaimana Dengan Kita?

Lalu bagaimana kita ini? Bukan anggota dewan, bukan pejabat publik, istri ‘hanya’ satu saja, amanah dakwah tidak seberapa, ternyata tilawah Al Qur’an hanya sedikit saja dan bahkan banyak di antara kita yang tidak membina kelompok tarbiyah ataupun majelis taklim. Lalu apa kesibukan kita selama ini?

Lalu apa kontribusi kita bagi perkembangan dakwah jika tidak terlibat dalam proses rekrutmen dan membina kelompok tarbiyah serta majelis taklim? Apa yang menghabiskan waktu kita selama ini? Apa yang menghilangkan kenikmatan kita dalam membina halaqah sehingga tidak melakukannya?

Bagaimana kita ini?