Jumat, 03 Januari 2014
Saat Cinta Datang Menyapa
saat cinta datang menyapa, yang kau perlukan bukan kekuatan pada kakimu untuk berlari
namun kekuatan pada hati untuk meminta yang terbaik
saat cinta datang menyapamu jadikan dari setiap roses sebagai pendewasaan diri untuk menerima apapun yang akan terjadi pada diri
apa dayaku untuk menolak cintaMu, yang telah Kau titipkan kepada orang-orang pilihanMu
namun apakah aku sanggup untuk menerimanya sedangkan aku belum memantaskan diri untuk menerima cinta yang telah Kau titipkan tersebut
aku masih jauh dari orang-orang terdahulu yang aku baca dari cerita para teladan
ya Allah kalau boleh aku meminta, ak meminta waqktu untuk aku memantaskan diri ini terlibeh duluu
kalau mungkin dalam prosesnya kelak Kau pertemukan aku pada orang-orang pilihannya itu
aku akan katakan "InsyaAllah ini yang terbaik dariMu ya Allah, ini yang terbaik dariMu untuk aku menyempurnakan separuh agama ini."
mungkin aku tak pandai merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah untuk dinikmati, tapi yang aku harapkan dari kata-kata yang dapat aku rangkai ini apa yang aku rasakan saat ini dapat tersalurkan dan dapat menjadi pengingat bagiku untuk dikemudian hari bahwa aku pernah mengalami hal ini dan itu dimasa lalu.
Kamis, 26 Desember 2013
Introspeksi diri
Masih teringat jelas, yaa kejadiannya baru ak alami kemarin.
Seperti biasa klo hari libur itu sebetulnya suka dirumah bisa istirahat tapi terkadang jadi mikir klo kebanyakan dirumah jadi gak priduktif. Kenapa, soalnya klo dirumah bingung mau ngapain terus malah nonton tv bingung lagi mau ngapain terus tidur. Nah terkadang karena gak jelas sebetulnya gak ada temen yang memotivasi dirumah itu jadi kebanyakan mudhorotnya.
Kemarin akhirnya seharian diluar rumah, rapat belanja investasi (jilbab) dan main ke RQ depok.
Terkadang memang terlena dan ini semua memang kesalahan pribadi yang belum tegas pada diri, sampailah malam diluar rumah.
Sebelum sampai rumah ya kok tiba2 dapet 'line' yaa menurutku si nyebelin.. Emang mudah nasehatin tapi yang ak perlukan bukan sekedar nasehat tapi juga contoh yang nyata.. Sempet ngotot2an juga sii ngerasa gak salah dan tetep dgn argumen pribadi sampai akhirnya diam males untuk respon lagi.
Terus nemu deh tulisan ini, yang sesuai sama yang ak alami:
Ibu memang bukan aktivis
Posted by Andy Sukma Lubis on December 23, 2013 at 10:32pm
Orang bilang anakku seorang aktifis. Kata mereka namanya tersohor di kampusnya sana. Orang bilang anakku seorang aktivis. Dengan segudang kesibukan yang disebutnya amanah umat. Orang bilang anakku seorang aktivis. Tapi bolehkah aku sampaikan padamu nak? Ibu bilang engkau hanya seorang putra kecil ibu yang lugu.
Anakku, sejak mereka bilang engkau seorang aktivis, ibu kembali mematut diri menjadi ibu seorang aktivis. Dengan segala kesibukanmu, ibu berusaha mengerti betapa engkau ingin agar waktumu terisi dengan segala yang bermanfaat. Ibu sungguh mengerti itu nak, tapi apakah menghabiskan waktu dengan ibumu ini adalah sesuatu yang sia-sia nak?
Sungguh setengah dari umur ibu telah ibu habiskan untuk membesarkan dan menghabiskan waktu bersamamu nak. Tanpa pernah ibu berfikir bahwa itu adalah waktu yang sia-sia…
Anakku, kita memang berada di satu atap nak, di atap yang sama saat dulu engkau bermanja dengan ibumu ini. Tapi kini di manakah rumahmu nak? ibu tak lagi melihat jiwamu di rumah ini. Sepanjang hari ibu tunggu kehadiranmu di rumah, dengan penuh doa agar Allah senantiasa menjagamu. Larut malam engkau kembali dengan wajah kusut.
Mungkin tawamu telah habis hari ini, tapi ibu berharap engkau sudi mengukir senyum untuk ibu yang begitu merindukanmu.
Ah, lagi-lagi ibu terpaksa harus mengerti, bahwa engkau begitu lelah dengan segala aktivitasmu hingga tak mampu lagi tersenyum untuk ibu. Atau jangankan untuk tersenyum, sekedar untuk mengalihkan pandangan pada ibumu saja, katamu engkau sedang sibuk mengejar deadline. Padahal, andai kau tahu nak, ibu ingin sekali mendengar segala kegiatanmu hari ini, memastikan engkau baik-baik saja, memberi sedikit nasehat yang ibu yakin engkau pasti lebih tahu.
Ibu memang bukan aktivis sekaliber engkau nak. Tapi bukankah aku ini ibumu, yang 9 bulan waktumu engkau habiskan di dalam rahimku.
Anakku, ibu mendengar engkau sedang begitu sibuk nak. Nampaknya engkau begitu mengkhawatirkan nasib organisasimu, engkau mengatur segala strategi untuk mengkader anggotamu. Engkau nampak amat peduli dengan semua itu, ibu bangga padamu.
Namun, sebagian hati ibu mulai bertanya nak, kapan terakhir engkau menanyakan kabar ibumu ini nak? Apakah engkau mengkhawatirkan ibu seperti engkau mengkhawatirkan keberhasilan acaramu? Kapan terakhir engkau menanyakan keadaan adik-adikmu nak? Apakah adik-adikmu ini tidak lebih penting dari anggota organisasimu nak?
Anakku, ibu sungguh sedih mendengar ucapanmu. Saat engkau merasa sangat tidak produktif ketika harus menghabiskan waktu dengan keluargamu. Memang nak, menghabiskan waktu dengan keluargamu tak akan menyelesaikan tumpukan tugas yang harus kau buat, tak juga menyelesaikan berbagai amanah yang harus kau lakukan. Tapi bukankah keluargamu ini adalah tugasmu juga nak? Bukankah keluargamu ini adalah amanahmu yang juga harus kau jaga nak?
Anakku, ibu mencoba membuka buku agendamu. Buku agenda sang aktivis. Jadwalmu begitu padat nak, ada rapat di sana sini. Ada jadwal mengkaji, ada juga jadwal untuk bertemu dengan tokoh-tokoh penting. Ibu membuka lembar demi lembarnya. Di sana ada sekumpulan agendamu, ada sekumpulan mimpi dan harapanmu. Ibu membuka lagi lembar demi lembarnya, masih saja ibu berharap bahwa nama ibu ada di sana.
Ternyata memang tak ada nak, tak ada agenda untuk bersama ibumu yang renta ini. Tak ada cita-cita untuk ibumu ini. Padahal nak, andai engkau tahu, sejak kau ada di rahim ibu, tak ada cita dan agenda yang lebih penting untuk ibu, selain cita dan agenda untukmu, putra kecilku…
Kalau boleh ibu meminjam bahasa mereka, mereka bilang engkau seorang organisatoris yang profesional. Boleh ibu bertanya nak, di mana profesionalitasmu untuk ibu? Di mana profesionalitasmu untuk keluarga? Di mana engkau letakkan keluargamu dalam skala prioritas yang kau buat.
Ah, waktumu terlalu mahal nak. Sampai-sampai ibu tak lagi mampu untuk membeli waktumu agar engkau bisa bersama ibu. Setiap pertemuan pasti akan menemukan akhirnya. Pun pertemuan dengan orang tercinta, ibu, ayah, kakak dan adik. Akhirnya tak mundur sedetik tak maju sedetik. Hingga saat itu datang, jangan sampai yang tersisa hanyalah rasa sesal. Tentang rasa cinta untuk mereka yang juga masih malu tuk diucapkan. Tentang rasa rindu akan kebersamaan yang terlambat teruntai…
Untuk mereka yang kasih sayangnya tak akan pernah putus. Untuk mereka sang penopang semangat juang ini. Saksikanlah, bahwa tak ada yang lebih berarti dari ridha seorang Ibu atas segala aktivitas yang kita lakukan. Karena tanpa ridha dari Ibu, mustahil tuk memperoleh ridha-Nya.
Sedikit uraian di pagi hari ini, dirangkum dari coretan inspirasi Via Novia yang ditulis pada group “Whatsapp for Learning Islamic Economy”. Salah satu group WA yang di dalamnya di isi oleh sahabat-sahabat penuh ilmu yang bermanfaat. Sungguh teramat sayang untuk melewatkan berbagi cerita mengenai inspirasi tentang sosok seorang IBU. Seperti halnya profesi pekerjaan yang kadang menuntut untuk berperan sebagai “bang Toyib”, cerita di atas menyadarkan mengenai arti penting dalam memandang sosok seorang IBU.
Semoga bermanfaat dan salam sukesmulia,
@AndySukmaLubis
Cattn buat diri:
Opini orang lain ttg kita gak semuanya bener, dia hanya melihat dari sisi luar aja
Ambil yang bener buang yang gak
Introspeksi juga kenapa orang lain sampe bilang kayak gitu. Berarti antara niat dan yang kita kerjakan masih belum sesuai..
Keluarga baruku
Kami bertemu karena keIslaman kami
Kami dieratkan karena kecintaan kami terhadap Al-qur'an
Semoga menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak..
#keepIstiqomah
Rabu, 18 Desember 2013
Hujan Kau Menyejukkan
yaa pagi hari itu identik dengan mulainya hiruk pikuk kegiatan, entah itu sekolah, ke pasar, jalan pagi ke kantor atau sekedar iseng keluar rumah..
kereta pagi ini khususnya di gerbong perempuan padet luar biasa, mungkin efek keterlambatan kedatangan kereta. ak yang mudah berkeringat basah kuyub, klo bisa keringet diliterin mungkin bisa setengah liter deh sepagi itu,, kipas atau AC bener-bener gak ngaruh deh. berada dibagian tengah gerbong itu adalah sesuatu banget yaa.. ketutupan orang orang yang lebih besar dari aku (help me!)
kebiasaan baik yang sedang dibiasakan dalam kereta pun pudar, alias gak bisa dilakukan jadi hanya berusaha untuk mengelap keringat dan berusaha untuk tetap tegak agar tidak menimpa yang lain.
klo kereta padet itu perjalanan jadi berasanya lama bangeet, dan berharap segera sampai stasiun TEBET. karena di stasiun itu banyak banget orang yang turun. tapi sampe stasiun TEBET pun belum merasa nyaman, karena orang yang keluar sama dengan orang yang masuk lagi..
Ya Allah segerakan aku sampai stasiun cikini.. dan Alhamdulillah pintu kereta di stasiun cikini pun terbuka.. angin yang sangat menyejukan berhembus, oo ternyata diluar hujan yaa,, Alhamdulillah, seperti terobati 45 menit berpanas-panasan didalam kereta,, ku sempatkan sejenak untuk duduk sambil menyiapkan payung dan rain cover tas ku..
Selasa, 12 November 2013
Assaalmua'alaikum,, SEMANGAT PAGII!!!!
sebetulnya pengen nulis ini beberapa hari yang lalu tapi baru sempat hari, pas banget tgl 10 Dzulhijah, hayo ada apa??
yap Iedul Adha,, Happy Ied Mubarak guys..
tahun terajhir di kampus itu rasanya antara sedih sebel dan bahagia..
sedihnya, ternyata lingkungan yang udah kita kenal sebentar lagi harus kita tinggalkan
sebel, kenapa temennya makin dikenal makin hmmm...
bahagianya karena selama hampir 4 tahun ini banyak banget pengalaman yang didapet. baik didalem atau diluar kampus, dan semua itu terjadi selama saya kuliah... (can't description about this feeling)
ya untuk ukuran angkatan di kampus saya angkata saya adalah angkata tua.. sudah punya tiga junior,, tapi klo dirumah saya tetap anak bungsu yang sering dipanggil 'De'
.. de udah dimana? kok belum pulang.. yap.. ini yang biasa ibu saya kirimkan untuk menanyai keberadaan saya klo malem-malem belum pulang..
mungkin dirumah saya memang anak bungsu tapi di kampus saya tetap "TUA" eh angkatan tua, harus jaga sikap karena setiap apa yang kita lakukan akan dicontoh oleh para junior,,
masih banyak yang mau di share tapi shalat dulu yaaa
Kamis, 18 Oktober 2012
Do our the best
hmm.. udah semester 7 udah berasa tua banget di kampus
tapi semakin tua kenapa semakin males ya Allah??
kenapa menjadi tambah bingung mau kemana kita??
semakin banyak yang ingin dicapai tapi diri ini tak mampu..
malu ya Allah... hidup memang capek..klo gak capek yaudah kelaut aja sana
harusnya jadi contoh buat adek-adeknya dan lingkungan sekitar malah jadi junk..
ingat lin semua yang kita lakukan itu dipertanggung jawabkan
jangan asal dan jangan salah jalan..
mau dapat yang terbaik lakukan yang terbaik
mau dapat yang benar lakukan yang benar
mau disayangi maka sayangi sekitar dulu..
masa semuanya tunggu sekitar baru kita memberi
ayo jadi manusia yang bermanfaat untuk Bangsa Negara dan Agama
kita punya cara kami masing-masing, gak usah takut orang lain lebih daripada kita
kita juga punya kelebihan dari mereka dan kita punya ciri khas masing-masing
mungkin klo belum kliatan masihor kurang diasah kali yaa (hihihih)
semangat semester 7 NO GALAU, NO DISORIENTATION, NO MAGER, NO NATO
KEEP OUR HIJAB,,,,
ON FIRE but ALMOST EXPIRED
inget udah semester akhir do the best lin, klo diri kamu aja masih galau gmn mau ngajak yang lain
ayo perbaiki diri dan sekitar, klo nunggu sampe kita full 100% gak galau = MAGER
jalani 22nya sekaligus dengan adanya tanggung jawab tambahan membuat kita tambah dewasa (insyallah)
kenapa masih terlalu peduli kata orang yang menjatuhkan kita dan tidak sesuai dengan syariat Islam
ingat acuan kita AL-Quran dan Sunnah bukan Mode, atau kebudayaan sekitar..
(Tetap semangat semua itu memang trial and error)
Semangat tahun terakhir di kampus lin DO the BEST, for your self and around you..
#randomabis
Rabu, 11 Juli 2012
110712 --> just write
#bingung
ini tulisan pertama di blog saya, sebelum bisa mengakses blog ini sudah banyak rencana yang saya ingin tuliskan di dalamnya. yaa kembali lagi klo udah berhadapan dengan sebuah lembaran kosong jadi bingung mau tulis apa...
ini mungkin blog ke-2 saya, tapi yang pertama gagal gak keurus. harapannya yang ke-2 ini bisa keurus. lucu juga ngeliat orang2 pada punya blog dan saya buat blog ini karena gengsi dan ikut2an (tapi iya juga xp) tapi juga buat remind diri klo suatu saat saya lupa (emang pelupa) hehehe..
